BREAKING NEWS
Selasa, 07 April 2026

Jangan Salah! Ternyata Mental Sehat Bukan Berarti Hidup Tanpa Masalah

Adam - Senin, 13 Oktober 2025 09:38 WIB
Jangan Salah! Ternyata Mental Sehat Bukan Berarti Hidup Tanpa Masalah
Ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Banyak orang masih keliru memahami arti kesehatan mental. Tidak sedikit yang menganggap seseorang disebut sehat mental bila selalu bahagia dan bebas dari stres.

Padahal, menurut para ahli, mental yang sehat bukan berarti hidup tanpa tekanan, melainkan kemampuan individu dalam mengelola emosi dan berfungsi optimal dalam keseharian.

Psikolog klinis dewasa Natasya menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak identik dengan kebahagiaan semata.

Baca Juga:

"Banyak orang berpikir kalau kesehatan mental itu berarti harus selalu bahagia. Padahal, sehat mental adalah ketika kita tetap bisa menjalani aktivitas dan berkontribusi meski di tengah tantangan hidup," ujarnya dalam diskusi "Ruang Cerita: Ngobrol Santai Tentang Kesehatan Mental" di Yogyakarta.

Menurutnya, stres merupakan bagian alami dari kehidupan yang tidak bisa dihindari. Hal terpenting adalah kemampuan seseorang untuk mengelola stres tersebut agar tidak berkembang menjadi gangguan psikologis.

"Kita mungkin tidak bisa menghindari stres, tetapi yang utama adalah bagaimana mengelolanya dengan baik agar tidak berkepanjangan dan menimbulkan dampak negatif," katanya.


Natasya menegaskan bahwa perasaan seperti sedih, marah, dan kecewa tidak menandakan seseorang lemah secara mental. Justru, kemampuan untuk menerima dan memaknai perasaan tersebut menjadi ciri individu yang sehat secara emosional.

"Sehat mental bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau marah, melainkan bagaimana kita menghadapi dan memaknai perasaan itu agar tidak menjadi hambatan," jelasnya.

Ia menambahkan, menekan atau menyangkal emosi hanya akan memperburuk keadaan. Karena itu, setiap orang perlu memiliki ruang aman untuk mengekspresikan diri—baik melalui teman dekat, keluarga, maupun bantuan profesional seperti psikolog.

"Diri kita seperti wadah yang punya batas. Kalau terus disimpan sendiri, suatu saat akan meluap," ucapnya.


Sementara itu, psikolog dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Patricia Melati Rosari, menuturkan bahwa kelelahan mental sering kali muncul tanpa disadari. Ia menyebut tiga indikator utama yang patut diwaspadai: pikiran, emosi, dan perilaku.

"Jika pekerjaan yang biasanya bisa selesai 30 menit menjadi berjam-jam karena sulit fokus, itu tanda awal stres," kata Patricia.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jangan Oversharing! Psikolog Sebut 7 Hal yang Tidak Perlu Diumbar ke Publik
Balikan Setelah Lost Contact: Peluang Baru atau Langkah Mundur? Ini Kata Pakar
Psikologi Ungkap 7 Sifat Positif dari Orang yang Selalu Mencuci Piring Setelah Makan
5 Hal yang Sering Dirasakan Suami Saat Istri Marah, Tapi Tak Pernah Diungkap
Fenomena “Marriage Is Scary”, Ini Alasannya Gen Z Banyak Pilih Jomblo
Bukan Hanya Materi, Psikolog: Istri Perlu Didengar agar Tidak Frustasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru