Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, BMKG Minta Waspadai Ancaman Karhutla
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA – Banyak orang masih keliru memahami arti kesehatan mental. Tidak sedikit yang menganggap seseorang disebut sehat mental bila selalu bahagia dan bebas dari stres.
Padahal, menurut para ahli, mental yang sehat bukan berarti hidup tanpa tekanan, melainkan kemampuan individu dalam mengelola emosi dan berfungsi optimal dalam keseharian.
Psikolog klinis dewasa Natasya menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak identik dengan kebahagiaan semata.Baca Juga:
"Banyak orang berpikir kalau kesehatan mental itu berarti harus selalu bahagia. Padahal, sehat mental adalah ketika kita tetap bisa menjalani aktivitas dan berkontribusi meski di tengah tantangan hidup," ujarnya dalam diskusi "Ruang Cerita: Ngobrol Santai Tentang Kesehatan Mental" di Yogyakarta.
Menurutnya, stres merupakan bagian alami dari kehidupan yang tidak bisa dihindari. Hal terpenting adalah kemampuan seseorang untuk mengelola stres tersebut agar tidak berkembang menjadi gangguan psikologis.
"Kita mungkin tidak bisa menghindari stres, tetapi yang utama adalah bagaimana mengelolanya dengan baik agar tidak berkepanjangan dan menimbulkan dampak negatif," katanya.
Natasya menegaskan bahwa perasaan seperti sedih, marah, dan kecewa tidak menandakan seseorang lemah secara mental. Justru, kemampuan untuk menerima dan memaknai perasaan tersebut menjadi ciri individu yang sehat secara emosional.
"Sehat mental bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau marah, melainkan bagaimana kita menghadapi dan memaknai perasaan itu agar tidak menjadi hambatan," jelasnya.
Ia menambahkan, menekan atau menyangkal emosi hanya akan memperburuk keadaan. Karena itu, setiap orang perlu memiliki ruang aman untuk mengekspresikan diri—baik melalui teman dekat, keluarga, maupun bantuan profesional seperti psikolog.
"Diri kita seperti wadah yang punya batas. Kalau terus disimpan sendiri, suatu saat akan meluap," ucapnya.
Sementara itu, psikolog dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Patricia Melati Rosari, menuturkan bahwa kelelahan mental sering kali muncul tanpa disadari. Ia menyebut tiga indikator utama yang patut diwaspadai: pikiran, emosi, dan perilaku.
"Jika pekerjaan yang biasanya bisa selesai 30 menit menjadi berjam-jam karena sulit fokus, itu tanda awal stres," kata Patricia.
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL
JAKARTA Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan dimulai pada Sabtu (11/4/2026) malam di Islamabad, Pakistan. Pertemuan i
INTERNASIONAL
JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sekitar 400 unit pompa air untuk mendukung sektor pertanian menghadapi potensi musim
NASIONAL
SIMALUNGUN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak signifikan di Sumatera Utara. Hingga April 2026, program ini tela
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, merespons wacana penerapan sistem &039war tiket&039 dalam pembe
NASIONAL