"Kami sangat melindungi rakyat. Kami tidak ingin rakyat hanya sekadar uji coba," katanya tegas.
Metode pemberian melalui inhalasi membawa sejumlah keunggulan:
- Menginduksi Imunitas Mukosa Vaksin langsung masuk ke saluran napas, lokasi utama paparan infeksi TBC, sehingga memicu respons imun yang lebih kuat dan terarah.
- Perlindungan Ganda Ahli menilai respons mukosa dan sistemik membuat perlindungan lebih optimal.
- Ramah untuk Vaksinasi Massal Tanpa jarum suntik, masyarakat dengan fobia jarum akan lebih mudah mengikuti program vaksinasi.
Uji klinis Fase I untuk vaksin inhalasi ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Jika berhasil, Indonesia menjadi negara terdepan dalam inovasi vaksinTBC dunia.
Dengan menjadi pusat uji klinis dua kandidat vaksinTBC global, Indonesia mendapat peluang besar untuk memperkuat kemandirian riset bioteknologi.
Pemerintah berharap keberhasilan uji klinis ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya global mengeliminasi TBC yang masih menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia.*