KUPANG – Layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tonggak penting.
RSUP Ben Mboi Kupang berhasil melakukan operasi saraf kompleks berupa clipping, coiling, dan bypass pembuluh darah otak, menjadikan NTT sebagai provinsi pertama di kawasan Timur Indonesia yang mampu menangani prosedur tersebut secara mandiri.
Direktur RSUP Ben Mboi, dr. Annas Ahmad, menjelaskan operasi clipping perdana digelar pada 13 November 2025.
Pasien, seorang perempuan berusia 56 tahun, sempat dikira meninggal oleh keluarga karena tidak menunjukkan respons saat dirujuk ke rumah sakit.
"RS Ben Mboi telah meningkatkan kapasitas layanan stroke, yang ditandai dengan keberhasilan operasi saraf kompleks ini," kata dr. Annas dalam konferensi pers, dikutip dari Kemenkes, Sabtu (15/11).
Pasien itu merupakan salah satu dari tiga pasien yang ditangani oleh tim gabungan dari RS PON, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, dan RSUP Ben Mboi.
Seluruh operasi berjalan lancar, dan ketiga pasien dilaporkan dalam kondisi stabil.
Pascaoperasi, pasien bernama Sabina mampu membuka mata, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan respons yang baik, mengejutkan keluarganya yang sempat mengira ia meninggal.
Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Iien Adriany, mewakili Gubernur NTT, menyebut keberhasilan ini sebagai momentum transformasi layanan kesehatan di wilayah timur.
Menurutnya, prestasi ini mengurangi ketergantungan masyarakat pada rujukan ke luar pulau.
"Jejaring pengampuan dibangun agar standar layanan antara pusat dan daerah semakin setara, sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang," ujarnya.
Keberhasilan RSUP Ben Mboi menandai langkah strategis dalam pemerataan layanan kesehatan, membuka peluang agar pasien kritis di wilayah Timur Indonesia mendapat penanganan terbaik tanpa harus meninggalkan daerah asal.*
(d/dh)
Editor
: Adam
NTT Catat Prestasi Medis: Pasien Aneurisma Otak Selamat Setelah Dikira Meninggal