Bantah Sekolah Rakyat Tak Bermutu, Seskab Teddy: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Kembali Belajar
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu. Teddy
PENDIDIKAN
JAKARTA — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan gejolak harga telur dan ayam mulai terlihat karena meningkatnya kebutuhan menjelang Natal, Tahun Baru, dan Ramadan.
Hal ini disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Menjawab potensi inflasi akibat kompetisi pembelian bahan pangan antara masyarakat umum dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Nanik membenarkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas.Baca Juga:
"Saat ini sudah mulai sedikit-sedikit. Misalnya ayam sama telur," ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Presiden Prabowo meminta menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sementara diubah agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
Contohnya, telur diganti dengan daging sapi atau telur puyuh.
"Pak Presiden pesan, 'nanti telur untuk anak-anak kita kurangi tetapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh,'" kata Nanik.
Selain ayam dan telur, Nanik menyebut ketersediaan buah-buahan di pasar juga mulai menurun.
"Dulu buah di pasar induk menumpuk, sekarang susah nyarinya," ujarnya.
Untuk menjaga harga dan ketersediaan bahan pangan, BGN mengaktifkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
TNI Angkatan Darat melalui Kodim akan beternak ayam dan menanam sayur.
Kementerian Koperasi membiayai koperasi yang menanam buah, sayur, dan beternak dengan alokasi awal Rp300 miliar.
Kementerian Dalam Negeri menggerakkan bupati agar lahan RT/RW dimanfaatkan untuk ternak atau tanaman sayuran.
Nanik juga menyoroti kendala petani yang ingin masuk SPPG secara individu.
Pemerintah meminta mereka membentuk kelompok usaha atau unit dagang (UD) agar bisa terintegrasi dalam sistem SPPG.
"Kalau yang belum ada koperasi, kita minta mereka membuat UD, misalnya 10 petani dijadikan satu, biar bisa masuk ke SPPG," jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan pangan, menekan potensi inflasi, dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan menu bergizi melalui MBG.*
(bi/ad)
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu. Teddy
PENDIDIKAN
MEDAN Perempuan berinisial WLG, mantan istri anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di Medan, Sumatera Utara,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kinerja dua tahun pemeri
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gedung Kesenian Jakarta menjadi ruang perjumpaan beragam ekspresi seni tradisi dalam Festival Bedhayan ke6 Tahun 2026 yang dige
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Polda Metro Jaya akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisia
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Seorang perempuan lanjut usia bernama Rasiyah, 69 tahun, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan cucu kandungnya send
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sepasang suami istri, Budi Ikhsan, 66 tahun, dan Nurhayati Damanik, 58 tahun, ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan atas temuan ratusan senjata,
NASIONAL
JAKARTA Jengkol dikenal sebagai salah satu bahan makanan dengan cita rasa khas yang digemari banyak orang. Namun, aroma yang menyengat dan
KESEHATAN