KULON PROGO – Puluhan siswa di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (20/1/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih, mengatakan sampel diambil dari muntahan pasien dan sisa makanan yang sebelumnya diamankan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"SPPG memiliki SOP dan menyimpan sampel makanan setiap kali mendistribusikan ke sekolah," ujarnya.
Dari data sementara, puluhan siswa terdampak, mulai dari PAUD hingga SD, dengan pasien tersebar di empat fasilitas kesehatan.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memastikan seluruh pasien telah ditangani.
- Di RS Pengasih Husada, sembilan pasien sudah pulang. - Di RS Queen Latifah, tujuh pasien juga sudah pulang. - Di RS NAS, dari 16 pasien, enam pulang dan 10 masih dirawat.
"Ini sebuah ujian, tetapi dengan kesigapan tenaga kesehatan dan fasilitas yang ada, penanganan dapat dilakukan dengan baik. Anak-anak ini menjadi prioritas," kata Agung.
Koordinator SPPG Kecamatan Sentolo, Wildan Fauzi, menegaskan penyebab keracunan belum bisa disimpulkan. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.
Apabila kejadian ini terbukti sebagai keracunan makanan, biaya pengobatan akan ditanggung Badan Gizi Nasional (BGN).
Selama proses klaim, pihak penyedia makanan bersedia menanggung biaya terlebih dahulu.*