BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

Antisipasi Virus Nipah, Menkes Minta Masyarakat Hindari Konsumsi Buah yang Sudah Terbuka

Adam - Kamis, 29 Januari 2026 15:28 WIB
Antisipasi Virus Nipah, Menkes Minta Masyarakat Hindari Konsumsi Buah yang Sudah Terbuka
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: kemkes)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLO — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi buah yang sudah terbuka sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penularan virus Nipah.

Imbauan ini disampaikan menyusul temuan kasus virus Nipah di sejumlah negara, terutama di kawasan Asia Selatan.

"Virus Nipah ini berasal dari kelelawar dan bisa menular melalui buah yang sudah digigit atau terkontaminasi ludahnya," kata Budi saat meninjau RS KEI di Solo, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca Juga:

Menurut Budi, penularan virus Nipah di beberapa negara terjadi ketika manusia mengonsumsi buah yang telah terpapar, atau melalui hewan perantara seperti babi.

Karena itu, ia menyarankan warga—terutama yang bepergian ke wilayah terindikasi—untuk lebih selektif dalam mengonsumsi makanan.

"Kalau makan buah, pilih yang tertutup dan dikupas sendiri. Kalau ragu, lebih baik konsumsi makanan yang dimasak seperti nasi dan daging," ujarnya.

Budi menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi berupa skrining dan penyediaan reagen di laboratorium-laboratorium milik Kemenkes.

"Kalau ada pasien dengan gejala mencurigakan, seperti batuk yang tidak sembuh dan menyerang paru-paru, akan langsung kita lakukan skrining. Reagen siap didistribusikan ke daerah," kata dia.

Ia menambahkan tingkat fatalitas virus Nipah tergolong tinggi.

Namun, pemerintah belum berencana melakukan pengetatan perbatasan dan masih menunggu rekomendasi resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kasusnya masih terbatas, tapi memang catatannya fatality rate tinggi. Kalau orang terkena, kemungkinan meninggal cukup besar," ujar Budi.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pedagang Es Gabus di Kemayoran Diintimidasi Oknum Polisi dan TNI, Menteri Yusril: Aparat Bisa Saja Salah
Buron Kasus Chromebook, Jurist Tan Masuk DPO dan Red Notice Interpol
Pedagang Es Gabus yang Dianiaya TNI-Polri Kini Berhak Dapat Perlindungan LPSK
Kapolda Bali dan BPK RI Bali Jalin Kerja Sama Strategis, Tegaskan Pentingnya Transparansi Keuangan
Prabowo Tunjuk Bahlil sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional
KPK Kembalikan Rp1,53 Triliun ke Kas Negara dari Perkara Korupsi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru