BREAKING NEWS
Sabtu, 19 September 2026

Buntut Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Masuk IGD, DPRD Asahan Minta Program MBG Dievaluasi Total

Administrator - Sabtu, 19 September 2026 09:02 WIB
Buntut Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Masuk IGD, DPRD Asahan Minta Program MBG Dievaluasi Total
Siswa MTsN 2 Kisaran yang mengalami gejala pusing, mual dan sesak usai menyantap MBG mendapat perawatan di rumah sakit. (Foto: metrodaily)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KISARAN - Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs Negeri 2 Kisaran mendapat sorotan DPRD Kabupaten Asahan. Wakil Ketua DPRD Asahan Rosmansyah meminta pelaksanaan program tersebut dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Rosmansyah menyayangkan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Menurutnya, penyediaan makanan untuk anak-anak harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.

"Kita tentu menyayangkan kejadian ini. Harusnya terkait pangan untuk anak-anak tidak main-main, harus dengan standar tinggi, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujar Rosmansyah, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga:

Dia meminta Satgas MBG Asahan bersama Dinas Kesehatan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak sekolah, puskesmas dan instansi terkait menelusuri seluruh proses penyediaan makanan.

Evaluasi, kata Rosmansyah, perlu dilakukan mulai dari kualitas bahan baku, sumber air, proses penyimpanan, kebersihan dapur dan peralatan, hingga proses memasak, pemorsian serta distribusi makanan ke sekolah.

"Evaluasi bukan untuk mencari siapa yang salah. Yang terpenting adalah mengetahui titik yang perlu diperbaiki. Dari bahan masuk ke dapur sampai makanan diterima anak harus ada standar dan pengawasan yang jelas," katanya.

Rosmansyah juga mendorong evaluasi preventif terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Asahan. Menurutnya, pengelola harus memastikan seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan memenuhi ketentuan higiene, sanitasi serta tata cara penanganan pangan sesuai regulasi.

Kasus dugaan keracunan tersebut sebelumnya juga telah membuat operasional SPPG Polres Asahan dihentikan sementara. Selain itu, puluhan pelajar MTsN 2 Kisaran sempat dilaporkan masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) setelah diduga mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.

Terkait kondisi korban, Rosmansyah meminta RSUD HAMS Kisaran dan fasilitas kesehatan lainnya memberikan penanganan maksimal kepada para siswa yang terdampak.

"Keselamatan dan pemulihan anak-anak harus menjadi prioritas. Saya berharap seluruh siswa yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya sampai kondisinya benar-benar pulih," tegasnya.

Dia juga meminta pemeriksaan terhadap sampel makanan, bahan baku dan air dilakukan secara objektif untuk mengetahui penyebab kejadian secara pasti.

"Kita ingin program ini jangan menjadi momok yang menakutkan bagi anak kita. Karenanya, Satgas dan pemerintah daerah harus serius menanganinya," pungkas Rosmansyah.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jaga Kualitas MBG dan Kendalikan Harga Pangan, TPID Sumut Perkuat Tata Kelola SPPG
Usai Konsumsi MBG, 38 Siswa dari 4 SD di Galang Alami Sakit Perut dan Muntah
Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Minta Siswa Gunakan Masker
Ketua DPRD Karo Datangi BGN di Jakarta, Tuntut Kompensasi untuk Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG
Wacana PAW Anggota DPRD Sumut Dodhy Thahir Mengemuka, Pengamat: Belum Ada Putusan Inkrah
Bupati Labusel Perkuat Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru