BREAKING NEWS
Jumat, 18 September 2026

Jaga Kualitas MBG dan Kendalikan Harga Pangan, TPID Sumut Perkuat Tata Kelola SPPG

Abyadi Siregar - Jumat, 18 September 2026 21:52 WIB
Jaga Kualitas MBG dan Kendalikan Harga Pangan, TPID Sumut Perkuat Tata Kelola SPPG
Kegiatan Peningkatan Tata Kelola SPPG untuk Jaminan Mutu MBG dan Stabilitas Harga Pangan Sumut 2026 di Asrama Haji Medan, Jumat, 18 September 2026. (Foto : Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara mendorong penguatan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penguatan tersebut dinilai penting untuk menjaga mutu makanan sekaligus membantu mengendalikan harga pangan di Sumatera Utara.

Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumut Alfi Syahriza mengatakan pengelolaan dapur SPPG harus dilakukan secara terencana.

Baca Juga:

Hal itu mencakup penyusunan menu, pemilihan sumber bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga jadwal distribusi makanan.

Menurut Alfi, tata kelola yang baik dapat membantu SPPG menggunakan bahan pangan secara lebih efisien serta menjaga konsistensi standar keamanan dan kualitas gizi makanan yang disalurkan.

"Tata kelola dapur yang baik, mulai dari perencanaan menu, penentuan sumber bahan baku, hingga jadwal distribusi yang baik akan menentukan bagaimana kebutuhan penggunaan bahan baku pangan sekaligus seberapa konsisten standar keamanan dan kualitas gizi bisa dipertahankan di setiap titik penyaluran," kata Alfi Syahriza pada kegiatan Peningkatan Tata Kelola SPPG untuk Jaminan Mutu MBG dan Stabilitas Harga Pangan Sumut 2026 di Asrama Haji Medan, Jumat, 18 September 2026.

Alfi mengatakan TPID Sumut mendukung penguatan tata kelola SPPG.

Menurut dia, rantai pasok MBG perlu melibatkan berbagai pelaku usaha di daerah, seperti petani, peternak, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha pangan lokal.

Pelibatan tersebut, kata Alfi, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan untuk program MBG, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Dengan begitu, manfaat MBG tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat daerah," kata Alfi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan dalam setiap tahapan pengelolaan makanan di dapur SPPG.

Menurut Alfi, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) tidak boleh hanya dianggap sebagai dokumen persyaratan administrasi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bulog Sumut Pasok 4 Ton Beras SPHP dan 2.400 Liter Minyakita untuk Gerakan Pangan Murah
Usai Konsumsi MBG, 38 Siswa dari 4 SD di Galang Alami Sakit Perut dan Muntah
Inspektorat Tegaskan Istri Bupati Deliserdang Tak Terlibat dalam Penyimpangan Pengadaan Jilbab Rp525 Juta
Bobby Nasution Izinkan Pejabat Pemprov Sumut Beli Mobil Dinas Baru, Tapi Ada Syaratnya
Ketua DPRD Karo Datangi BGN di Jakarta, Tuntut Kompensasi untuk Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG
ICSM 2026 Digelar di Kepri, PB ISMI Bahas Masa Depan Selat Malaka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru