BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Bulog Sumut Pasok 4 Ton Beras SPHP dan 2.400 Liter Minyakita untuk Gerakan Pangan Murah

Dodi Kurniawan - Jumat, 18 September 2026 21:14 WIB
Bulog Sumut Pasok 4 Ton Beras SPHP dan 2.400 Liter Minyakita untuk Gerakan Pangan Murah
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memasok 4 ton beras SPHP untuk mendukung pelaksanaan GPM yang digelar Distanpang Provinsi Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memasok 4 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Provinsi Sumatera Utara.

Selain beras SPHP, kegiatan tersebut juga menyediakan 2.400 liter Minyakita.

Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan pokok di tengah masyarakat.

Baca Juga:

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan penambahan titik distribusi penting untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau, khususnya warga di wilayah Kecamatan Medan Johor.

"Semakin banyak titik distribusinya kan lebih baik, dan GPM oleh Distanpang hari ini kami pasok sesuai permintaan yaitu 4 ton beras SPHP. Kami juga bekerjasama dengan beberapa pengecer terdaftar untuk juga menyediakan Minyakita sebanyak 2.400 liter di GPM ini" ujar Budi di Medan, Jumat (18/9).

Menurut Budi, Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, dan di depan Kantor Distanpang Provinsi Sumut.

Ia mengatakan lokasi pelaksanaan GPM dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses warga terhadap beras SPHP dan Minyakita.

Budi mengatakan Bulog Sumut bersama Distanpang Provinsi Sumut juga berkomitmen menjadikan Toko Tani Indonesia (TTI) milik Distanpang sebagai Rumah Pangan Kita (RPK).

Dengan status tersebut, TTI diharapkan dapat menjadi salah satu titik penjualan beras SPHP dan Minyakita yang dipasok secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

"Jadi, bisa mendsitribusi beras SPHP sekaligus Minyakita. Untuk itu, masyarakat bisa membeli pangan tersebut dan juga sebagai upaya menjaga stabilitas," ucapnya.

Menurut Budi, penambahan TTI Distanpang sebagai RPK akan memperluas titik distribusi beras SPHP dan Minyakita di wilayah tersebut.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Inspektorat Tegaskan Istri Bupati Deliserdang Tak Terlibat dalam Penyimpangan Pengadaan Jilbab Rp525 Juta
Ketua DPRD Karo Datangi BGN di Jakarta, Tuntut Kompensasi untuk Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG
Eks Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Binjai Didakwa Korupsi Proyek Fiktif Rp2,8 Miliar
Cabai Rawit Merah Meroket Tembus Rp93.150 per Kg, Harga Pangan Lainnya Ikut Bergerak
Makin Silaunya Logam Mulia Harga Emas Antam Meroket 3 Hari Beruntun Tembus Rp 2,62 Juta per Gram
Sapu Bersih 'Hanky-Panky' & Kickback MBG BGN Haramkan Beras SPHP dan MinyaKita
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru