BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Oktober 2026

Jalan Kaki Setelah Makan, Benarkah Bisa Menjaga Kesehatan Jantung? Ini Penjelasan Ahli

Adelia Syafitri - Sabtu, 10 Oktober 2026 09:22 WIB
Jalan Kaki Setelah Makan, Benarkah Bisa Menjaga Kesehatan Jantung? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Jalan kaki setelah makan kerap dianggap sebagai kebiasaan sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan.

Selain membantu tubuh tetap aktif, aktivitas ini juga disebut dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Ahli jantung dr. Deepak Agarwal dari Narayana Hospital, Jaipur, India, menjelaskan bahwa berjalan kaki setelah makan dapat membantu mengelola kadar gula darah dan mendukung pengendalian tekanan darah.

Baca Juga:

Kedua faktor tersebut berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Dilansir dari Hindustan Times, setelah makan, karbohidrat yang dikonsumsi tubuh akan dipecah menjadi glukosa.

Proses ini menyebabkan kadar gula darah meningkat. Berjalan kaki setelah makan dapat membantu tubuh mengelola peningkatan tersebut.

Bagaimana Jalan Kaki Membantu Mengendalikan Gula Darah?

Saat berjalan, otot-otot tubuh berkontraksi dan menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Aktivitas ini membantu tubuh menyerap glukosa sehingga peningkatan gula darah setelah makan dapat dikendalikan.

Selain itu, aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Artinya, tubuh menjadi lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk membantu glukosa masuk ke sel dan digunakan sebagai energi.

Manfaat tersebut tidak selalu membutuhkan olahraga berat.

Jalan kaki dengan intensitas ringan hingga sedang setelah makan dapat menjadi pilihan aktivitas fisik yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi kesehatan, pola makan, dan kebiasaan aktivitas fisik.

Apakah Jalan Kaki Setelah Makan Bisa Menurunkan Tekanan Darah?

Menurut dr. Deepak Agarwal, berjalan kaki tidak selalu menyebabkan tekanan darah langsung turun setelah setiap kali makan.

Namun, kebiasaan berjalan kaki secara teratur dapat membantu memperbaiki pengendalian tekanan darah dari waktu ke waktu.

Kadar gula darah dan tekanan darah merupakan dua faktor yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

Jika tidak terkontrol dalam jangka panjang, keduanya dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Karena itu, berjalan kaki secara konsisten dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung, terutama jika disertai kebiasaan hidup sehat lainnya.

Berapa Lama Sebaiknya Berjalan Kaki?

dr. Agarwal menekankan bahwa manfaat kesehatan lebih mungkin diperoleh jika berjalan kaki menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya dilakukan sesekali.

Ia juga mengingatkan pentingnya aktivitas fisik secara rutin untuk membantu menjaga tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan faktor lain yang berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung.

"Dengan berjalan kaki secara teratur, Anda dapat memperbaiki tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko kardiovaskular, yang semuanya berpengaruh pada kesehatan jantung jangka panjang. American Heart Association menyarankan sebagian besar orang dewasa untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu," ujar dr Agarwal.

Rekomendasi 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu tersebut dapat dijadikan panduan umum bagi kebanyakan orang dewasa.

Aktivitasnya bisa dibagi ke dalam beberapa sesi sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.

Bagi orang yang baru mulai berolahraga, berjalan kaki dengan durasi singkat dan intensitas ringan dapat menjadi langkah awal.

Durasi dan intensitasnya kemudian bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.

Pola Hidup Sehat Tetap Penting

Berjalan kaki setelah makan bukan satu-satunya cara menjaga kesehatan jantung.

Kebiasaan ini perlu didukung pola makan seimbang, tidur yang cukup, pengelolaan berat badan, dan aktivitas fisik teratur.

Orang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan juga perlu menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi kesehatannya.

Dengan menjadikan jalan kaki sebagai kebiasaan rutin, masyarakat dapat menambah aktivitas fisik harian dengan cara yang relatif sederhana.

Manfaat jangka panjangnya akan lebih optimal jika dilakukan secara konsisten dan disertai pola hidup sehat.* (d/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Belum Kantongi Izin Operasional, RS Abdul Jalil Meliala Tanjungbalai Diminta Lengkapi Persyaratan
Fasilitas Negara Disulap Jadi Markas Judol: DPR Desak POM TNI Bongkar Aliran Uang di Cijantung
Sudah Borong Senilai Rp 3 Miliar dari Thailand, SPPG Medan Tembung 3 Sulit Hentikan Penggunaan Opao
Dua Bulan Menanti Kepastian, Orangtua Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Desak Kompensasi dan Penetapan Tersangka
Pertina Medan Ancam Tak Berangkatkan Atlet ke Porprovsu 2026, Ada Apa?
Rocky Gerung Sebut Istana Sarang Korupsi: Saya Masuk untuk Memberantas Maling yang Bersembunyi di Bawah Meja Istana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Saya Mundur

Saya Mundur

OlehAndang SubahariantoPEMBACA yang budiman tentu bertanyatanya. Mengapa pejabat publik di banyak negara relatif gampang berkata, Saya mu

OPINI