Demokrat Bicara Pilpres 2029, Sebut Belum Ada Nama Capres Selain Prabowo
JAKARTA Partai Demokrat menyatakan belum membahas calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden
POLITIK
MEDAN - Jalan kaki setelah makan kerap dianggap sebagai kebiasaan sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan.
Selain membantu tubuh tetap aktif, aktivitas ini juga disebut dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Ahli jantung dr. Deepak Agarwal dari Narayana Hospital, Jaipur, India, menjelaskan bahwa berjalan kaki setelah makan dapat membantu mengelola kadar gula darah dan mendukung pengendalian tekanan darah.Baca Juga:
Kedua faktor tersebut berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
Dilansir dari Hindustan Times, setelah makan, karbohidrat yang dikonsumsi tubuh akan dipecah menjadi glukosa.
Proses ini menyebabkan kadar gula darah meningkat. Berjalan kaki setelah makan dapat membantu tubuh mengelola peningkatan tersebut.
Bagaimana Jalan Kaki Membantu Mengendalikan Gula Darah?
Saat berjalan, otot-otot tubuh berkontraksi dan menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Aktivitas ini membantu tubuh menyerap glukosa sehingga peningkatan gula darah setelah makan dapat dikendalikan.
Selain itu, aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Artinya, tubuh menjadi lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk membantu glukosa masuk ke sel dan digunakan sebagai energi.
Manfaat tersebut tidak selalu membutuhkan olahraga berat.
Jalan kaki dengan intensitas ringan hingga sedang setelah makan dapat menjadi pilihan aktivitas fisik yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi kesehatan, pola makan, dan kebiasaan aktivitas fisik.
Apakah Jalan Kaki Setelah Makan Bisa Menurunkan Tekanan Darah?
Menurut dr. Deepak Agarwal, berjalan kaki tidak selalu menyebabkan tekanan darah langsung turun setelah setiap kali makan.
Namun, kebiasaan berjalan kaki secara teratur dapat membantu memperbaiki pengendalian tekanan darah dari waktu ke waktu.
Kadar gula darah dan tekanan darah merupakan dua faktor yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Jika tidak terkontrol dalam jangka panjang, keduanya dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Karena itu, berjalan kaki secara konsisten dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung, terutama jika disertai kebiasaan hidup sehat lainnya.
Berapa Lama Sebaiknya Berjalan Kaki?
dr. Agarwal menekankan bahwa manfaat kesehatan lebih mungkin diperoleh jika berjalan kaki menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya dilakukan sesekali.
Ia juga mengingatkan pentingnya aktivitas fisik secara rutin untuk membantu menjaga tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan faktor lain yang berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung.
"Dengan berjalan kaki secara teratur, Anda dapat memperbaiki tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko kardiovaskular, yang semuanya berpengaruh pada kesehatan jantung jangka panjang. American Heart Association menyarankan sebagian besar orang dewasa untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu," ujar dr Agarwal.
Rekomendasi 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu tersebut dapat dijadikan panduan umum bagi kebanyakan orang dewasa.
Aktivitasnya bisa dibagi ke dalam beberapa sesi sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.
Bagi orang yang baru mulai berolahraga, berjalan kaki dengan durasi singkat dan intensitas ringan dapat menjadi langkah awal.
Durasi dan intensitasnya kemudian bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
Pola Hidup Sehat Tetap Penting
Berjalan kaki setelah makan bukan satu-satunya cara menjaga kesehatan jantung.
Kebiasaan ini perlu didukung pola makan seimbang, tidur yang cukup, pengelolaan berat badan, dan aktivitas fisik teratur.
Orang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan juga perlu menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi kesehatannya.
Dengan menjadikan jalan kaki sebagai kebiasaan rutin, masyarakat dapat menambah aktivitas fisik harian dengan cara yang relatif sederhana.
Manfaat jangka panjangnya akan lebih optimal jika dilakukan secara konsisten dan disertai pola hidup sehat.* (d/ad)
JAKARTA Partai Demokrat menyatakan belum membahas calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden
POLITIK
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan kerugian keuangan negara sebesar Rp863,84 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengada
HUKUM DAN KRIMINAL
KENDAL Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang mengaitkan penemuan jenazah pria di sebuah bangunan kosong di Kabupaten Kendal,
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehAndang SubahariantoPEMBACA yang budiman tentu bertanyatanya. Mengapa pejabat publik di banyak negara relatif gampang berkata, Saya mu
OPINI
BATU BARA Bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat ditunjukkan oleh salah seorang pengusaha ponsel, Muhammad Mus
NASIONAL
BINJAI Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Binjai menggelar bakti sosial dengan membagikan 500 goni beras kepada wa
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh mengerahkan 1.820 personel untuk mengamankan pembukaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi KeII Tahun 2026
NASIONAL
BANDA ACEH Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi S
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berupaya meningkatkan kreativitas dan semangat warga binaan melalu
NASIONAL
JAKARTA Asalusul Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum
HUKUM DAN KRIMINAL