Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
TEL AVIV -Kelompok pemberontak Houthi dari Yaman telah mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak atau drone yang menghantam bagian tengah Tel Aviv dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) pada pagi hari ini. Serangan ini mengakibatkan sedikitnya 10 orang terluka dan satu orang tewas, menambah ketegangan di kawasan yang tengah bergolak.
Serangan udara ini mengguncang jalan-jalan di sekitar lokasi, menyebabkan pecahan peluru dan kaca bertebaran dalam radius yang luas. Kelompok Houthi telah berulang kali meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel selama konflik yang telah berlangsung sembilan bulan terakhir. Langkah ini merupakan bagian dari solidaritas mereka dengan rakyat Palestina dan upaya mereka untuk melawan Israel. Namun, sebagian besar serangan tersebut telah dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel atau sekutu Barat yang ditempatkan di wilayah tersebut.
Juru bicara Houthi, Yahya Sare’e, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di platform media sosial X, mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan balasan terhadap perang yang sedang berlangsung dan berhasil mencapai salah satu target utama kelompok tersebut. Houthi juga mengklaim bahwa drone terbaru mereka mampu menembus sistem pertahanan udara Israel.
Namun, juru bicara militer Israel mengonfirmasi bahwa drone tersebut telah teridentifikasi dan mengaitkan serangan ini dengan kesalahan manusia. “Serangan ini adalah tindakan teror yang ditargetkan untuk membunuh warga sipil di Israel,” kata juru bicara tersebut. Penilaian militer Israel menunjukkan bahwa meskipun serangan serupa telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, ancaman tetap diwaspadai.
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah militer Israel mengonfirmasi bahwa salah satu serangan udaranya telah menewaskan seorang komandan Hizbullah dan beberapa militan lainnya di Lebanon selatan. Israel sejauh ini belum membalas serangan Houthi, dan fokus mereka tetap pada konflik dengan kelompok militan Hamas di Gaza serta pertempuran yang sedang berlangsung dengan Hizbullah di Lebanon.
Sementara itu, mediator internasional terus berusaha mendorong tercapainya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Harapan ini berfokus pada kesepakatan bertahap untuk menghentikan pertempuran dan membebaskan sekitar 120 sandera yang ditahan oleh kelompok militan di Gaza.
(N/014)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL