Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA -Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mencuri perhatian publik dengan ambisi untuk membeli Greenland. Rencana ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Greenland adalah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark dan memiliki peran strategis penting dalam geopolitik global.
Menurut laporan yang dilansir dari New York Times, seorang pengembang real estate dan ekonom, David Barker, memperkirakan harga untuk membeli Greenland dapat berkisar antara USD 12,5 miliar hingga USD 77 miliar. Ini adalah nominal yang tentu tidak sedikit, bahkan bagi AS yang memiliki anggaran besar. Barker juga menekankan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi harga tersebut termasuk nilai sumber daya alam dan potensi strategis wilayah ini bagi pertahanan AS.
Barker menjelaskan bahwa Greenland memiliki peran yang sangat penting bagi pertahanan AS. Sebagai wilayah yang terletak strategis di Arktik, Greenland memiliki akses penting ke jalur pelayaran internasional dan cadangan sumber daya alam, seperti mineral dan energi. Ini dapat meningkatkan nilai Greenland, yang tentunya akan menguntungkan ekonomi AS jika dapat dikelola dengan baik.
Namun, jika rencana pembelian ini hanya difokuskan pada eksploitasi sumber daya mineral, manfaatnya bagi AS bisa saja terbatas. Dalam konteks geopolitik, Greenland lebih dari sekadar wilayah kaya sumber daya; keberadaannya memiliki dampak besar dalam hal stabilitas dan dominasi strategis di kawasan Arktik.
David Barker juga menambahkan bahwa dalam abad modern, pembelian sebuah wilayah asing menjadi hal yang sangat sulit direalisasikan. Selain faktor ekonomi, hal ini juga dipengaruhi oleh kebanggaan nasional, nilai-nilai demokrasi, dan norma-norma global yang berlaku. Mengingat Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark, upaya untuk membelinya bisa menghadapi tantangan besar dalam aspek diplomasi dan politik internasional.
Trump sendiri sudah pernah mengungkapkan ketertarikannya untuk membeli Greenland pada tahun 2019, namun rencana tersebut ditolak keras oleh pemerintah Denmark. Kini, dengan masa jabatannya yang baru dimulai, ambisi tersebut kembali mencuat, namun tantangan diplomatik dan politis tetap menjadi penghalang utama.
(N/014)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN