BREAKING NEWS
Selasa, 17 Maret 2026

Indonesia Tekankan Pemulihan Peran UNRWA dan Bantuan Kemanusiaan dalam Gencatan Senjata Israel-Hamas

BITVonline.com - Kamis, 16 Januari 2025 10:10 WIB
Indonesia Tekankan Pemulihan Peran UNRWA dan Bantuan Kemanusiaan dalam Gencatan Senjata Israel-Hamas
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meminta agar peran Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) dapat dipulihkan dalam perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Hal ini disampaikan terkait pentingnya distribusi bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang terdampak perang yang terus berlangsung.

Indonesia menegaskan, dalam perjanjian gencatan senjata tersebut, akses penuh bagi bantuan kemanusiaan menjadi hal yang krusial, termasuk pemulihan peran UNRWA dalam menyalurkan bantuan tersebut. “Indonesia menekankan pentingnya pemulihan kehidupan masyarakat di Gaza melalui akses penuh penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk pemulihan peran UNRWA, serta rekonstruksi Gaza,” ujar Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi Twitter @Kemlu_RI, Kamis (16/1/2025).

Selain itu, Indonesia juga menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang selama ini telah didorong oleh masyarakat internasional. Kemlu RI menyatakan, “Implementasi kesepakatan tersebut harus dilaksanakan segera dan secara menyeluruh demi terhentinya korban jiwa di Gaza,” harap Kemenlu.

Lebih lanjut, Indonesia menekankan bahwa perdamaian yang langgeng tidak akan tercapai tanpa menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina. Oleh karena itu, Indonesia mendukung solusi dua negara yang diakui secara internasional sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata.

Sebagai informasi, Israel dan Hamas sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata di Gaza pada Minggu (19/1/2025), yang akan berlangsung dalam tiga tahap. Gencatan senjata ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi warga Gaza yang selama ini terdampak konflik, dengan hampir 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi.

Tahap pertama dimulai pada 19 Januari 2025, yang difokuskan pada negosiasi perdamaian dan pemberian bantuan kemanusiaan. Tahap kedua dan ketiga akan melibatkan penarikan pasukan Israel dari Gaza serta pemulihan wilayah yang hancur akibat perang.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru