BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Ekonomi Melambat, China Tawarkan Subsidi Pembelian Elektronik untuk Dukung Konsumsi

BITVonline.com - Jumat, 03 Januari 2025 16:42 WIB
Ekonomi Melambat, China Tawarkan Subsidi Pembelian Elektronik untuk Dukung Konsumsi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEIJING – Pemerintah China pada Jumat (3/1/2025) mengumumkan rencana pemberian subsidi untuk warganya yang ingin membeli perangkat elektronik pribadi seperti smartphone, tablet, jam tangan pintar, dan berbagai perangkat lainnya. Subsidi ini adalah kelanjutan dari program tukar tambah nasional yang sebelumnya telah mencakup potongan harga untuk pembelian peralatan rumah tangga dan mobil. Program subsidi untuk perangkat pribadi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pasar ponsel pintar di China, serta mendorong penjualan industri teknologi domestik, termasuk perusahaan besar seperti Huawei Technologies dan Xiaomi.

Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengimbangi potensi dampak tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap ekspor China. Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Yuan Da, mengungkapkan bahwa pemerintah akan secara signifikan meningkatkan penjualan obligasi jangka panjang untuk mendanai perluasan program subsidi ini. Sebelumnya pada Juli 2024, China sudah berkomitmen menyediakan dana sebesar 300 miliar yuan yang dikumpulkan melalui obligasi khusus untuk mendukung program tukar tambah barang.

Program subsidi ini muncul di tengah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi China yang tercatat tumbuh pada laju paling lambat dalam tiga bulan hingga akhir September 2024. Penurunan sektor properti yang berkepanjangan dan ketidakamanan lapangan kerja menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan ekonomi. Hal ini juga terlihat pada penurunan penjualan ritel yang mencapai titik terendah dalam 18 bulan, yang menyebabkan deflasi dan menurunkan daya beli konsumen.

Perlambatan ekonomi ini memaksa pemerintah untuk mengeluarkan lebih banyak stimulus untuk menjaga stabilitas perekonomian. Bank Dunia bahkan memprediksi ekonomi China hanya akan tumbuh 4,5 persen pada 2025, lebih lambat dibandingkan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang mencapai 4,9 persen. Pemerintah China berjanji untuk meningkatkan defisit, memperbanyak utang, serta melonggarkan kebijakan moneter untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil.

(CHRISTIE)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru