Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BITVONLINE.COM -Berdasarkan data terbaru tahun 2025, peringkat negara terkaya dan termiskin di dunia dapat diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, yang memperhitungkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP). Pengukuran ini menjadi salah satu cara untuk melihat kesejahteraan ekonomi suatu negara. PDB sendiri, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara, yang mencakup nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.
Berikut adalah daftar negara terkaya dan termiskin di dunia berdasarkan PDB per kapita pada tahun 2025.
Negara Terkaya di Dunia (Berdasarkan PDB per Kapita)
1. Luksemburg
PDB per kapita: Rp. 2.528.905.750
2. Singapura
PDB per kapita: Rp. 2.507.683.250
3. Makau
PDB per kapita: Rp. 2.289.581.250
4. Irlandia
PDB per kapita: Rp. 2.147.553.750
5. Qatar
PDB per kapita: Rp. 1.938.757.000
6. Swiss
PDB per kapita: Rp. 1.602.135.500
7. Norwegia
PDB per kapita: Rp. 1.739.265.500
8. Brunei Darussalam
PDB per kapita: Rp. 1.551.528.000
9. Guyana
PDB per kapita: Rp. 1.491.778.500
10. Amerika Serikat
PDB per kapita: Rp. 1.464.026.000
Negara Termiskin di Dunia (Berdasarkan PDB per Kapita)
1. Sudan Selatan
PDB per kapita: Rp. 15.675.918
2. Republik Afrika Tengah
PDB per kapita: Rp. 21.385.750
3. Somalia
PDB per kapita: Rp. 31.017.500
4. Mozambik
PDB per kapita: Rp. 29.221.750
5. Liberia
PDB per kapita: Rp. 32.650.000
6. Yaman
PDB per kapita: Rp. 32.976.500
7. Burundi
PDB per kapita: Rp. 16.488.250
8. Malawi
PDB per kapita: Rp. 28.732.000
9. Republik Demokratik Kongo
PDB per kapita: Rp. 31.180.750
10. Madagaskar
PDB per kapita: Rp. 33.629.500
Negara-negara dengan PDB per kapita tinggi, seperti Luksemburg, Singapura, dan Makau, biasanya memiliki ekonomi yang sangat maju, sektor industri dan teknologi yang kuat, serta akses ke sumber daya alam dan modal yang melimpah. Keberhasilan ekonomi ini sering kali dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi yang mendukung investasi, inovasi, dan perdagangan internasional.
Sebaliknya, negara-negara dengan PDB per kapita rendah seperti Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah, dan Somalia, umumnya mengalami tantangan besar, termasuk konflik politik berkepanjangan, keterbatasan sumber daya alam, dan ekonomi yang terganggu akibat perang atau ketidakstabilan sosial. Kondisi ini menghambat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.
PDB per kapita tidak hanya digunakan untuk mengukur kekayaan suatu negara, tetapi juga penting untuk merumuskan kebijakan ekonomi, menentukan bantuan internasional, dan melihat perkembangan kesejahteraan rakyat. Dengan mengamati data ini, negara-negara dapat merancang strategi ekonomi yang tepat untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonominya.
(cb/a)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.