Kunjungi Imam Besar Al-Abror, Kapolres Padangsidimpuan Bangun Sinergi dengan Ulama
PADANGSIDIMPUAN Kapolres Padangsidimpuan, Wira Prayatna, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Imam Besar Masjid Raya AlAbror, As
NASIONAL
JAKARTA – Seorang warga bernama Tarjo (22) mengaku tak terkejut mendengar dugaan pengoplosan bahan bakar Pertalite menjadi Pertamax dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga. Tarjo menilai hal ini sudah menjadi hal yang biasa, di mana rakyat sering menjadi korban demi keuntungan pribadi segelintir pihak.
"Saya sudah tidak heran, karena sudah bukan hal yang baru melihat pemerintah mengakal-akali untuk kepentingan kantung pribadi, dan rakyat lagi-lagi yang kena imbasnya," ujar Tarjo kepada Kompas.com pada Rabu (26/2/2025).
Tarjo, yang baru-baru ini beralih mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU Pertamina, merasa kecewa setelah mengetahui bahwa bahan bakar yang ia terima ternyata kualitasnya setara dengan Pertalite. Padahal, ia sudah rela membayar lebih mahal untuk membeli Pertamax, namun merasa seperti "buang-buang uang".
"Ini nyesel banget, seperti buang-buang uang, ternyata yang saya isi malah Pertalite," jelas Tarjo. Setelah mendengar kabar tentang pengoplosan tersebut, ia memutuskan untuk kembali mengisi bahan bakar di SPBU swasta.
Senada dengan Tarjo, Rudi (45), salah satu warga lainnya, juga mengungkapkan penyesalannya setelah membeli Pertamax yang ternyata kualitasnya sama dengan Pertalite. Ia khawatir hal tersebut bisa merusak mesin motornya.
"Saya sekarang menyesal beli Pertamax, karena bisa membahayakan mesin motor juga," ungkap Rudi. Ia menegaskan akan beralih mengisi bahan bakar di SPBU swasta. "Saya akan beralih dan pasti isi BBM ke Shell," tambahnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018-2023. PT Pertamina Patra Niaga diduga melakukan praktik pembelian Pertalite yang kemudian dioplos atau diblending menjadi Pertamax. Padahal, Pertalite dibeli dengan harga yang lebih tinggi, seharusnya dibeli dengan harga Pertalite. Hal ini dikonfirmasi oleh Kejagung yang menyatakan bahwa pengoplosan tersebut tidak diperbolehkan.
Penyelidikan atas kasus ini masih berlangsung, dan warga berharap kasus ini segera diselesaikan agar tidak merugikan masyarakat lebih lanjut.
(km/n14)
PADANGSIDIMPUAN Kapolres Padangsidimpuan, Wira Prayatna, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Imam Besar Masjid Raya AlAbror, As
NASIONAL
PADANG Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Den
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa penundaan pengiriman pasukan Indonesia untuk misi perdamaian di Gaza,
NASIONAL
MEDAN Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara memusnahkan lima ton mangga impor asal Vietnam yang gagal memenuhi
NASIONAL
JAKARTA Besarnya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 335 triliun dalam APBN 2026 memicu kewaspadaan Badan Gizi Nasion
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Rabu (18/3/2026). Data terbaru pukul 10.00 WIB menunjukkan
EKONOMI
TEL AVIV Serangan rudal dari Iran menewaskan dua orang di wilayah pinggiran Tel Aviv, Israel, Rabu (18/3/2026). Pihak berwenang melapork
INTERNASIONAL
JAKARTA Menjelang Lebaran 2026, harga pangan mengalami lonjakan signifikan. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS)
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini pihak penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) atau biro haji khusus akan bersikap ko
NASIONAL