Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Arief menambahkan, pemerintah tetap menjaga harga gula di tingkat petani agar tidak merosot akibat fluktuasi nilai tukar.
Meski ada potensi lonjakan harga gula impor, stok yang tersedia dan impor tambahan dimaksudkan untuk memperkuat cadangan pangan di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indonesia mengimpor gula dalam jumlah besar, dengan total 5,069 juta ton gula pada 2023.
Porsi terbesar impor gula berasal dari Brasil, Thailand, dan Australia.
Pada tahun 2024, sepanjang Januari hingga September, Indonesia mengimpor gula sebanyak 3,66 juta ton senilai Rp33,61 triliun.
Kendati demikian, Arief menegaskan bahwa impor gula hanya dilakukan untuk menambah cadangan pangan, dengan kebutuhan bulanan mencapai 230.000 hingga 250.000 ton.
Pemerintah terus memastikan bahwa pasokan gula akan terjaga hingga musim giling yang diperkirakan akan dimulai pada April-Mei 2025.
Masyarakat diimbau tidak khawatir karena stok gula yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
(cb/a)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.