Namun, ada beberapa pembeli yang khawatir cabai busuk bisa menyebabkan sakit perut," tambah Riyati.
Sehari-harinya, Riyati dapat menjual sekitar 1 hingga 1,5 kilogram cabai busuk, tergantung pada kondisi stok yang ada.
Sementara itu, Ani Sutiyowati, seorang pembeli, mengaku pasrah dengan kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadhan. "Sudah biasa harga naik sebelum Ramadhan.
Saya maklum, tapi kasihan rakyat kecil yang ekonominya sulit. Mereka pasti butuh persiapan untuk Lebaran," ujarnya.
Ani berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga, tidak hanya cabai, tetapi juga bahan pokok lainnya seperti beras, gula, telur, dan minyak yang juga mengalami kenaikan.
"Kami harap ada solusi agar harga bisa kembali normal," harapnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa cabai busuk kini menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat di Kota Semarang, di tengah lonjakan harga cabai segar yang tidak terhindarkan menjelang Ramadhan.