Pengamat Sebut Kegagalan Sinyal hingga Human Error Diduga Picu Tabrakan KA di Bekasi Timur
JAKARTA Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, masih teru
NASIONAL
JAKARTA -Di tengah kerumunan besar aksi penolakan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/3/2025), tampak segelintir orang yang justru mendukung regulasi tersebut.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Aksi damai! Dalam rangka mendukung RUU TNI, mendesak DPR RI dan pemerintah segera mengesahkan RUU TNI demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia."
Ketika ditanya alasan mereka mendukung pengesahan UU TNI, peserta tersebut mengaku hanya mengikuti ajakan dari koordinator lapangan (korlap) tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Saya disuruh sama korlap," ungkap salah satu peserta aksi pendukung revisi UU TNI di depan Gedung DPR RI.
Ketika ditanya lebih jauh, ia pun memilih untuk tidak memberikan jawaban. "Tanya ke korlap saja," lanjutnya singkat.
Sementara itu, Edi Susilo, yang merupakan koordinator lapangan (korlap) aksi tersebut, menjelaskan bahwa revisi UU TNI tidak mengandung unsur dwifungsi ABRI.
Menurutnya, UU TNI justru akan memperkuat kesatuan antara TNI dan Polri yang memiliki lembaga dan pimpinan masing-masing, tanpa ada tumpang tindih fungsi.
"Tidak ada yang namanya dwifungsi ABRI. TNI dan Polri sekarang memiliki kedudukan yang sama, masing-masing memiliki lembaga dan pimpinan sendiri. Jadi tidak ada lagi penggabungan fungsi," jelas Edi.
Edi menambahkan bahwa revisi UU TNI bertujuan untuk memperkuat negara kesatuan Republik Indonesia.
Ia juga menyebut bahwa dengan adanya sinergi yang lebih kuat antara TNI dan Polri, Indonesia bisa maju menuju "Indonesia Emas."
"Dalam situasi kita yang prihatin melihat mega korupsi selama ini, kami berharap dengan adanya revisi UU TNI, ada sinergi yang lebih kuat di kementerian untuk menjaga keutuhan negara," kata Edi.
Aksi massa pendukung revisi UU TNI dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan puluhan orang yang datang menggunakan lima mobil angkot berwarna biru.
Mereka membawa serta mobil pick up yang bertuliskan "Suara Rakyat" yang dilengkapi dengan speaker untuk orasi.
Setelah aksi berlangsung selama satu jam, massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB.
(km/a)
JAKARTA Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, masih teru
NASIONAL
JAKARTA Nama layanan taksi listrik Green SM menjadi sorotan setelah salah satu unit armadanya diduga terlibat dalam insiden kecelakaan k
EKONOMI
BEKASI Presiden Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Sela
PERISTIWA
JAKARTA Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengusut kecelakaan kereta api yang melibatkan
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Tim Opsnal Satnarkoba Polres Tanjung Jabung Timur menangkap seorang pria yang diduga sebagai kurir narkotika jenis
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNG JABUNG TIMUR Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Desa Sungai Toman, Kecam
HUKUM DAN KRIMINAL
ST. PETERSBURG Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan komitmennya untuk mendukung Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik
INTERNASIONAL
HOUSTON Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan awal pekan seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan geopol
EKONOMI
JAKARTA Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bertemu Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, dan menyepakati pemb
NASIONAL
JAKARTA Indonesia masih bergantung pada impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemerintah mencatat k
EKONOMI