BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Tak Peduli Hujan dan Panas, Dua Pemudik Ini Tempuh 300 Km dengan Sepeda

- Sabtu, 05 April 2025 11:11 WIB
Tak Peduli Hujan dan Panas, Dua Pemudik Ini Tempuh 300 Km dengan Sepeda
Dua pemudik asal Serang, Banten, Riko dan Rizal memilih mudik Lebaran ke Lampung dengan cara berbeda. Mereka mengayuh sepeda menuju kampung halaman.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDARLAMPUNG – Dua pemudik asal Serang, Banten, Riko dan Rizal, memilih cara yang tak biasa untuk mudik Lebaran 2025.

Mereka menempuh jarak 300 kilometer dengan mengayuh sepeda menuju kampung halaman di Kemiling, Kota Bandarlampung, Lampung.

Dengan semangat tinggi dan tekad kuat, keduanya memulai perjalanan dari Serang menuju Pelabuhan Ciwandan, kemudian menyeberang ke Bakauheni dan melanjutkan perjalanan darat menuju Kemiling.

Total waktu yang mereka habiskan di atas sepeda mencapai 5 hingga 7 jam.

"Mau pulang ke Serang, Banten ini mas. Kemarin saat mudik ke Lampung, saya dan saudara saya ini berangkat dari Pelabuhan Ciwandan dan turunnya di Pelabuhan Wika Beton, Bakauheni. Ya pakai sepeda ini mudiknya," ujar Riko, Jumat (4/4/2025).

Perjalanan ini tak mereka lalui dengan kendaraan mewah atau fasilitas lengkap. Hanya perlengkapan sederhana seperti pakaian ganti, alat mandi, baterai untuk penerangan malam, dan jas hujan.

Di bagian belakang sepeda, oleh-oleh berupa kerupuk kemplang diikat rapi.

"Sesekali istirahat buat salat, kalau hujan ya neduh dulu. Tapi nikmatin aja, toh ini bagian dari perjalanan mudik," tambah Riko.

Rizal, yang telah melakukan mudik dengan sepeda sejak 2022, mengaku tidak kapok meskipun harus menghadapi panas dan hujan di jalan.

"Sudah empat kali lebaran saya mudik pakai sepeda.

Capek iya, tapi semua terbayar saat ketemu keluarga," ujarnya dengan semangat.

Meski mudik sendirian kali ini—karena istri dan anaknya berlebaran di Serang bersama mertua—Rizal tetap memilih sepeda sebagai moda transportasi utamanya.

Baginya, mudik dengan sepeda adalah perpaduan antara hobi, hemat biaya, dan kesadaran akan kesehatan.

"Enggak macet, lebih sehat, irit juga, bisa lihat pemandangan.

Ngayuh santai aja, biar enggak kerasa capeknya," pungkas Rizal.

Kisah Riko dan Rizal menjadi inspirasi di tengah padatnya arus mudik.

Bahwa perjalanan bukan sekadar tentang cepat sampai, tapi juga tentang perjuangan, kesederhanaan, dan cinta keluarga.

(cn/n14)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru