Meski MBG Disorot, Kepuasan Publik ke Pemerintahan Prabowo Capai 63 Persen
JAKARTA Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Prabowo Subianto menc
POLITIK
DEPOK -Komandan Kodim 0508/Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto memberikan klarifikasi terkait hebohnya isu kehadiran aparat TNI di area kampus Universitas Indonesia (UI) saat acara konsolidasi nasional mahasiswa.
Iman menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi pada 16 April 2025 malam adalah atas undangan mahasiswa UI dan pejabat keamanan kampus.
"Kedatangan saya ke kampus UI pada pukul 21.00 WIB adalah atas dasar undangan dan informasi dari salah seorang mahasiswa UI atas nama F serta Kepala Bagian Pengamanan UI bernama AR," ujar Iman melalui akun Instagram resmi @kodim0508_depok.
Pernyataan tersebut disampaikan Iman dalam kolom komentar unggahan akun Instagram @pantauaparat yang sebelumnya merilis kronologi kehadiran TNI di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI, tempat berlangsungnya konsolidasi nasional BEM se-Indonesia.
Iman menjelaskan bahwa saat tiba di lokasi, ia langsung menghubungi mahasiswa yang mengundangnya dan kemudian diarahkan menuju kantin Pusgiwa untuk berdiskusi santai bersama lima mahasiswa.
"Suasananya sangat akrab, layaknya adik dan kakak, hingga sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah itu saya diantar oleh mahasiswa ke mobil dan kami bersalaman sebelum saya meninggalkan lokasi," terangnya.
Namun, Iman mengaku terkejut keesokan harinya saat mendapat kabar dari mahasiswa F mengenai unggahan @pantauaparat yang menarasikan seolah-olah kehadiran dirinya merupakan bentuk intimidasi terhadap mahasiswa.
"Padahal saya datang dengan niat baik, terbuka, menggunakan pakaian dinas resmi, dan tidak ada maksud apa pun selain bersilaturahmi. Tidak ada niat intimidasi atau pelanggaran kebebasan akademik seperti yang dituduhkan," tambahnya.
Sebelumnya, @pantauaparat memposting kronologi kehadiran anggota TNI berpakaian dinas di lokasi konsolidasi mahasiswa yang memicu kekhawatiran sebagian peserta.
Meskipun tidak ada tindakan represif, sebagian mahasiswa menilai kehadiran aparat militer di kampus sebagai bentuk tekanan psikologis dan pelanggaran terhadap prinsip otonomi kampus.
Peristiwa ini pun memicu reaksi publik di media sosial.
Banyak netizen menilai kampus sebagai ruang sipil yang semestinya bebas dari campur tangan militer, terlebih dalam konteks kegiatan diskusi dan konsolidasi mahasiswa.*
(bs/a008)
JAKARTA Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Prabowo Subianto menc
POLITIK
JAKARTA Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengecek progres pembangunan Jembatan Gantung Kendawi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Kami
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya terus menyelidiki kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di depan klinik kecantikan Mor
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia menambah catatan buruk di ajang Piala AFF. Garuda tercatat sebagai tim terbanyak menjadi runner up dengan enam ka
OLAHRAGA
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat hilirisasi perlu dirasakan lebih adil oleh daerah pengh
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menegaskan bahwa dari 996 senjata yang ditemukan di ruang Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah
EKONOMI
PANGKALPINANG Persoalan pemberitaan mengenai tin slag yang melibatkan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS) memasuki babak baru. D
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyoroti kasus kematian W (30), mantan istri anggota Polri di Medan, yang disebut meninggal ka
HUKUM DAN KRIMINAL