Buka Puasa Bersama Anak Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bicara Generasi Tangguh dan Berkarakter
TANGERANG Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat mengusung spirit Alquran dalam membentu
PENDIDIKAN
PEMATANG SIANTAR -Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan pentingnya kesadaran warga untuk membuang sampah sesuai jadwal pengangkutan yang telah ditetapkan.
Hal ini menyusul masih maraknya warga membuang sampah setelah petugas melakukan pengutipan, yang menyebabkan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Pematangsiantar, Manotar Ambarita, menyampaikan bahwa keterlambatan warga dalam membuang sampah membuat banyak sampah tak terangkut karena petugas telah selesai bekerja.
"Buanglah sampah pada tempatnya, itu sudah benar. Tapi kami harap masyarakat juga menyesuaikan waktu dengan jadwal pengangkutan agar tidak mubazir dan merusak lingkungan," ujar Manotar, Rabu (21/5/2025).
Sampah Berserakan, Ganggu Kesehatan dan Ketertiban
DLH mencatat bahwa sampah yang dibuang sembarangan waktu bisa menimbulkan dampak kesehatan dan ketidaktertiban lingkungan, termasuk bau menyengat, lalat, serta aktivitas pemulung yang kerap mengacak-ngacak TPS.
"Setiap hari kita lihat sampah diobrak-abrik pemulung, dan akhirnya berserakan ke jalan. Ini tentu tidak baik bagi warga sekitar," jelas Manotar.
Pengutipan 2 Kali Sehari
Petugas kebersihan DLH Pematangsiantar melakukan pengangkutan dua kali sehari, yakni pada pukul 07.00 WIB dan 14.00 WIB. Masyarakat diminta membuang sampah sebelum jadwal tersebut, agar dapat langsung diangkut oleh petugas.
Jumlah TPS dan Armada Sampah
Hingga saat ini, Pemko memiliki:
477 TPS (Tempat Pembuangan Sementara),
52 unit armada, terdiri dari 16 pikap dan 36 truk.
Bagi daerah permukiman atau gang sempit yang tidak terjangkau armada, masyarakat diminta untuk mengantar sampah ke TPS terdekat.
"Mari kita jaga kota kita tetap bersih dan sehat. Sampah adalah tanggung jawab bersama," tutup Manotar.
Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di kota-kota berkembang seperti Pematangsiantar. Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah yang efektif.*
(tb/j006)
TANGERANG Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat mengusung spirit Alquran dalam membentu
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan klarifikasi terkait pernyataan mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang me
POLITIK
JAKARTA Panel surya asal Indonesia terancam menghadapi tarif impor hingga 143 di Amerika Serikat (AS) menyusul penyelidikan antisubsidi
EKONOMI
BINJAI Tangis Bardiah pecah saat menceritakan nasib putranya, Ardiansyah Putra (26), yang telah 47 hari mendekam di penjara Phnom Penh,
NASIONAL
BINJAI Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Binjai menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi pada Senin (23/2/2026) dengan menekan
POLITIK
STABAT, LANGKAT Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, H. Amril, S.Sos., M.AP, memimpin Tim II Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Langka
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pengerjaan Stadion Teladan harus selesai tepat waktu menjelang penetapan Kot
OLAHRAGA
DELI SERDANG Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek kamar mandi sebuah SPBU di Patumbak, Kabupaten Deli Ser
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M, meminta Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumate
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Polsek Hutaimbaru, Polres Padangsidimpuan, bersama Bhayangkari melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat, J
NASIONAL