BREAKING NEWS
Kamis, 26 Februari 2026

Teriaki "T3ror1s" dan Pukul Penumpang, Seorang Kakek Masuk Daftar Hitam TransJakarta!

- Rabu, 04 Juni 2025 20:09 WIB
Teriaki "T3ror1s" dan Pukul Penumpang, Seorang Kakek Masuk Daftar Hitam TransJakarta!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Seorang pria lansia (kakek) yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan meneriaki seorang penumpang wanita dengan sebutan "teroris" hingga memukul korban di dalam bus TransJakarta, kini resmi masuk daftar hitam (blacklist) TransJakarta.

Kakek tersebut tidak akan diizinkan lagi menggunakan layanan TransJakarta.

Kejadian itu menimpa seorang penumpang bernama Sabina Lutfi, yang tengah menumpangi bus TransJ rute 8M Tanah Abang–Tanjung Duren pada Kamis pagi, 29 Mei 2025.

Menurut Sabina, saat ia duduk di depan pelaku, kakek tersebut langsung berpindah ke bagian belakang bus. Sepanjang perjalanan, tak ada interaksi apa pun hingga Sabina hendak turun di halte Grogol Petamburan.

"Pas pintu TransJ kebuka, aku turun di halte yang sama kayak dia. Dia marah-marah bilang, 'Kenapa melototin saya?' langsung mukul bagian lengan bahu saya sambil ngomong kasar," kata Sabina, Senin (2/6).

Tak hanya itu, Sabina juga mengaku kakinya sempat ditendang saat masih berada di dalam bus. Kejadian ini pun telah dilaporkan ke Polsek Grogol Petamburan sebagai kasus penganiayaan.

Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan. AKP Aprino Tamara, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, membenarkan bahwa pelaku sudah diblacklist oleh pihak TransJakarta.

"Sudah kami koordinasikan. Jika yang bersangkutan mencoba naik bus TransJakarta, maka tidak akan diizinkan masuk," ujar AKP Aprino, Rabu (4/6).

Polisi kini tengah memburu identitas dan keberadaan kakek tersebut. Namun, upaya pelacakan mengalami kendala karena pelaku menggunakan e-money tanpa identitas, sehingga tidak dapat dilacak secara otomatis.

Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku diduga naik dari Halte Tanah Abang, sehingga polisi menduga kuat kakek tersebut adalah warga sekitar Tanah Abang.

"Kita masih menduga pelaku dari wilayah Tanah Abang. Tapi karena tidak ada identitas yang terdeteksi, prosesnya masih kita lakukan secara manual," tambah Aprino.

Pihak TransJakarta sendiri menegaskan bahwa mereka tidak akan mentolerir tindak kekerasan dan diskriminasi di dalam layanan publik.

Penumpang diimbau untuk segera melaporkan insiden serupa ke petugas di lapangan atau melalui kanal pengaduan resmi TransJakarta.*

(dc/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru