Iran Tegaskan Kapal Tanpa Afiliansi AS dan Israel Bisa Lewat Selat Hormuz dengan Keamanan Terjamin
TEHERAN Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan bahwa negara tersebut telah mengambil langkahlangkah untuk memastikan kapalkap
INTERNASIONAL
TAPSEL - Gerakan Masyarakat Dan Mahasiswa Pembela Tanah Air Indonesia (GEMMA PETA INDONESIA) melalui tokohnya, Puteri Leida Harahap, menyerukan agar masyarakat tetap bersabar namun kritis dalam mengawal proses hukum atas dugaan penyelewengan Dana Desa Tahun Anggaran 2023/2024 yang terjadi di Desa Sipange Godang, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pernyataan ini sejalan dengan informasi yang diberikan Kasi Intelijen Kejari Tapanuli Selatan, Obrika Yandi Simbolon, S.H., pada Jumat pagi (20/6/2025) di Kantor Kejari Tapsel. Ia menyebutkan bahwa tim dari Kejaksaan telah turun ke lapangan dua kali dan tengah melakukan pengumpulan bukti serta keterangan saksi-saksi.
"Sudah dua kali tim ke sana, menjumpai langsung penerima BLT. Lagi kita kumpulkan semua dulu, baru nanti kita tingkatkan sekaligus penetapan tersangkanya apabila sudah menyukupi syarat," ujar Obrika.
Investigasi awal menunjukkan adanya ketidakwajaran dalam proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Seorang warga berinisial PB mengaku hanya menerima BLT dua kali senilai Rp 500.000 masing-masing pada 2023, tidak menerima sama sekali pada 2024, namun kembali menerima Rp 1.250.000 pada April 2025.
Temuan di lapangan juga mencatat bahwa Kepala Desa Sipange Godang, Edwar Adi Pulungan, mengakui bahwa BLT disalurkan sebesar Rp 300.000 per bulan dengan sistem pencairan empat kali per tahun. Namun, informasi bahwa BLT tahun 2024 baru dicairkan pada tahun 2025 menimbulkan indikasi penyimpangan.
Menurut Puteri Leida, berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, penyaluran BLT harus diselesaikan dalam tahun anggarannya. Jika pencairan dana 2024 dilakukan pada 2025, maka ini berpotensi menjadi temuan hukum yang harus diusut lebih lanjut.
"Apabila BLT Tahun Anggaran 2024 dicairkan pada Tahun Anggaran 2025, ini bisa jadi temuan. Untuk itu, Kejari Tapsel mesti memeriksa Kepala Desa Sipange Godang," tegas Puteri Leida.
Dari informasi yang dihimpun GEMMA, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sipange Godang mencapai 40 keluarga, yang berarti:
Rp 300.000 x 40 KPM = Rp 12.000.000 per bulan
Rp 12.000.000 x 12 bulan = Rp 144.000.000 total dana BLT dalam setahun
Puteri juga menekankan perlunya penyelidikan lebih mendalam atas dugaan potongan terhadap dana BLT sebelum sampai ke tangan masyarakat.
"Permasalahan BLT ini mesti diperiksa lebih detil. Layak diduga adanya potongan dalam pencairan. Kejari Tapsel harus segera menaikkan status perkara ini dan menetapkan tersangka," pungkasnya.
TEHERAN Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan bahwa negara tersebut telah mengambil langkahlangkah untuk memastikan kapalkap
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengubah status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), setelah semp
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehProf. Dr. Prudensius Maring.SERUAN Presiden Prabowo Subianto agar pejabat, aparat, dan seluruh institusi negara bersihkan dirimu, atau
OPINI
JAKARTA PT MRT Jakarta (Perseroda) merayakan Hari MRT 2026 dengan menawarkan tarif khusus senilai Rp243 untuk para pelanggan yang mengguna
NASIONAL
JAKARTA Bagi para penggemar FC Mobile, hari ini, Selasa (24/3/2026), menjadi kesempatan langka untuk mengklaim hadiah menarik dari EA Sp
ENTERTAINMENT
JAKARTA Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut, kembali ditahan di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemb
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB)
NASIONAL
MEDAN Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Baru memastikan bahwa peristiwa bunuh diri yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) di salah satu mal
PERISTIWA
PIDIE JAYA Dua korban yang belum diketahui identitasnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz BK 1508 BK warna silver yang
PERISTIWA
JAKARTA Setelah beberapa waktu lalu dikabarkan kembali rukun dengan keluarga besar, Tasyi Athasyia kini kembali terlibat perseteruan den
ENTERTAINMENT