BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Menhub Dudy Purwagandhi Minta Pemetaan Wilayah Rawan Pelemparan Batu ke Kereta Api untuk Tingkatkan Keselamatan Penumpang

Raman Krisna - Rabu, 09 Juli 2025 22:56 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi Minta Pemetaan Wilayah Rawan Pelemparan Batu ke Kereta Api untuk Tingkatkan Keselamatan Penumpang
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (foto: ig kemenhub151)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menekankan perlunya pemetaan wilayah rawan pelemparan batu terhadap kereta api, setelah insiden pelemparan batu yang terjadi pada Kereta Api (KA) 88F Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025, di antara Stasiun Klaten dan Stasiun Srowot, yang mengakibatkan kaca kereta pecah dan melukai dua orang penumpang.

Menurut Menhub, aksi pelemparan ini sangat membahayakan keselamatan penumpang dan harus segera ditanggulangi dengan langkah konkret.

Menhub meminta agar pihak terkait segera memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadinya peristiwa serupa, terutama yang sering terjadi pada malam hari.

"Kita harus petakan wilayah-wilayah mana yang sering terjadi pelemparan batu, apalagi kalau kejadian itu dilakukan pada malam hari yang berisiko tinggi terhadap keselamatan penumpang," kata Dudy Purwagandhi di Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Pelemparan batu yang mengenai kaca KA Sancaka tersebut mengakibatkan dua penumpang terluka di bagian wajah.

Kejadian ini telah membuat pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) bergerak cepat untuk menelusuri pelaku dan memastikan tindakan tegas dilakukan.

"PT KAI terus menelusuri pelaku aksi vandalisme ini dan akan menyerahkannya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Feni Novida Saragih, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.

Menhub juga menggarisbawahi pentingnya sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah rawan pelemparan, agar mereka memahami bahaya dari tindakan tersebut.

Sosialisasi ini diharapkan bisa mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

"Saya harap tindakan pelemparan ini bukanlah bagian dari aksi yang dirancang atau disengaja, tetapi mungkin dilakukan oleh anak-anak yang tidak memahami dampak dari perbuatan mereka," kata Menhub.

Lebih lanjut, Menhub meminta agar koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi titik-titik rawan pelemparan batu yang sering terjadi di sepanjang jalur kereta api.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru