
Giliran Rumah Eko Patrio Diserbu Massa , Kucing Peliharaanya pun Sampai Dibawa
JAKARTA Gelombang kemarahan publik terhadap elite politik berujung pada aksi penjarahan yang meluas. Setelah rumah politisi Partai NasDem
NasionalSUMUT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa pihak terkait dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Kali ini, seorang staf dari tersangka M. Akhirun Efendi (KIR) dipanggil ke Gedung Merah Putih KPK, Jumat (11/7/2025).
Staf tersebut berinisial TAU, seorang wiraswasta, yang diduga mengetahui informasi penting seputar aliran dana maupun komunikasi antara tersangka dan pihak-pihak lainnya.
Baca Juga:
"Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama TAU, wiraswasta," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dikonfirmasi dari Jakarta.
TAU diketahui merupakan staf dari tersangka KIR, yang sebelumnya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 26 Juni 2025 dan dibawa ke Jakarta sehari kemudian. Pemeriksaan ini bagian dari proses pendalaman KPK dalam menelusuri dugaan suap bernilai miliaran rupiah.
Baca Juga:
Kasus Terbagi Dua Klaster Proyek, Total Nilai Capai Rp231,8 Miliar
Kasus korupsi ini mencakup enam proyek pembangunan jalan, yang terbagi dalam dua klaster:
Klaster I: Empat proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut.
Klaster II: Dua proyek milik Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sumut.
Total nilai proyek dalam dua klaster ini mencapai sekitar Rp231,8 miliar.
Lima Tersangka Telah Ditetapkan
KPK sebelumnya telah menetapkan lima tersangka, yaitu:
Topan Obaja Putra Ginting (TOP) – Kadis PUPR Sumut
Rasuli Efendi Siregar (RES) – Kepala UPTD Gunung Tua sekaligus PPK
Heliyanto (HEL) – PPK Satker PJN Wilayah I Sumut
M. Akhirun Efendi (KIR) – Dirut PT DNG (pemberi suap)
M. Rayhan Dulasmi Piliang (RAY) – Direktur PT RN (pemberi suap)
KPK menduga, para kontraktor memberikan uang suap untuk memenangkan tender proyek strategis di Sumut.
Pemeriksaan Saksi Lain dan Dugaan Aliran Dana
Selain TAU, KPK juga telah memeriksa beberapa saksi lainnya pekan ini, termasuk:
Gustav Reynold Tampubolon – ASN, diperiksa Senin (7/7)
Muhammad Haldun dan Ryan Muhammad – ASN, diperiksa Kamis (10/7)
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan pemeriksaan ini bertujuan menelusuri dugaan aliran dana gratifikasi, kronologi pengaturan proyek, serta aktor-aktor nonformal yang terlibat dalam suap.
"Kami pastikan setiap keterlibatan pihak lain akan kami ungkap dalam proses penyidikan lanjutan," kata Budi.
KPK menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk korupsi di sektor infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan proyek-proyek strategis bernilai besar.*
(j006)
JAKARTA Gelombang kemarahan publik terhadap elite politik berujung pada aksi penjarahan yang meluas. Setelah rumah politisi Partai NasDem
NasionalJAKARTA Akses menuju kediaman politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditutup total ol
NasionalKALSEL Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hin
NasionalJAKARTA Kejaksaan Republik Indonesia melalui Badan Pemulihan Aset (BPA) akan melelang sejumlah aset milik Benny Tjokrosaputro, terpidana d
NasionalBALI Pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa lagi dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan harus menjadi bagia
NasionalJAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Jawa Barat akan mengalami
NasionalDENPASAR Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprakirakan bahwa cuaca di sebagian besar wilay
NasionalOleh Yakub F. IsmailAksi unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir ini semakin sulit dikendalikan. Demo yang dipicu oleh kekecewaa
OpiniJAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu akan di
NasionalSUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Sumatera Utara akan mengalami
Nasional