BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Mei 2026

Mohammad Hatta: Bapak Koperasi Indonesia dan Peletak Fondasi Ekonomi Kerakyatan

- Sabtu, 12 Juli 2025 08:40 WIB
Mohammad Hatta: Bapak Koperasi Indonesia dan Peletak Fondasi Ekonomi Kerakyatan
Mohammad Hatta (foto: lp3es)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Setiap tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional, mengenang peran besar Mohammad Hatta, Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama RI, yang dikenal luas sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Bukan hanya pejuang kemerdekaan, Mohammad Hatta adalah pemikir ekonomi visioner yang meletakkan koperasi sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional. Gagasan dan perjuangannya di bidang koperasi lahir dari keprihatinan terhadap ketimpangan ekonomi akibat penjajahan dan pengaruh kapitalisme barat.

Dari Belanda Menuju Visi Ekonomi Rakyat

Lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902, Hatta menempuh pendidikan ekonomi di Handels Hoogeschool (kini Universitas Erasmus Rotterdam). Selama tinggal di Belanda, ia aktif di Perhimpunan Indonesia, sekaligus mulai mengkritisi sistem kapitalisme dan sosialisme.

Dari sinilah lahir gagasannya tentang koperasi sebagai jalan tengah – bukan sekadar entitas ekonomi, melainkan gerakan moral dan sosial berbasis nilai gotong royong dan keadilan.

"Koperasi adalah alat pembebasan ekonomi rakyat kecil dari eksploitasi," tulis Hatta dalam karya terkenalnya "Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun."

Penetapan Hari Koperasi Indonesia

Pada 12 Juli 1953, Mohammad Hatta meresmikan Hari Koperasi Indonesia dalam Kongres Koperasi Nasional. Sejak saat itu, namanya disematkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia, dan setiap tahunnya, kontribusi besar Hatta dalam pengembangan ekonomi rakyat selalu dikenang.

Dalam pidatonya, Hatta menekankan prinsip-prinsip koperasi:

Keanggotaan sukarela

Pengelolaan demokratis

Pembagian hasil yang adil

Kemandirian

Pendidikan anggota

Perjuangan dan Tantangan

Perjalanan Hatta dalam membangun koperasi tak selalu mudah. Ia menghadapi tantangan dari penguasa modal dan sistem kebijakan yang belum mendukung ekonomi rakyat. Namun, ia tetap lantang menyuarakan bahwa koperasi adalah jalan strategis menuju kemerdekaan ekonomi nasional.

Lebih dari sekadar teori, Hatta menjalankan nilai-nilai koperasi dalam hidupnya. Ia dikenal sebagai tokoh sederhana dan menjauhi kekayaan pribadi, bahkan setelah tidak menjabat di pemerintahan.

Warisan Abadi untuk Bangsa

Mohammad Hatta wafat pada 14 Maret 1980, namun semangatnya tetap hidup dalam ribuan koperasi di seluruh Indonesia. Visi ekonominya menjadi pijakan bagi pembangunan ekonomi kerakyatan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

"Bapak Koperasi Indonesia bukan hanya menyumbang kemerdekaan politik, tapi juga meletakkan fondasi kuat untuk kemerdekaan ekonomi rakyat."*

(bs/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru