NIAS BARAT - Isu pemanggilan CPNS perempuan pada malam hari oleh pejabat struktural di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Barat sempat mengundang perhatian publik.
Namun, klarifikasi dari pihak terkait membantah adanya tekanan atau unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.
CPNS yang sempat menjadi sorotan, Kristiannli Gea, mengungkapkan bahwa dirinya adalah pihak yang menghubungi rekan sesama CPNS, Melvin Wau, pada Rabu malam (26/6/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.
Tujuannya adalah untuk mengajak bergabung dalam grup WhatsApp internal CPNS agar memudahkan koordinasi.
"Saya ingin agar kami sesama CPNS bisa saling terhubung dan menyamakan informasi, itu tujuan awalnya," ujar Kristiannli saat diwawancarai, Jumat (18/7/2025).
Namun, inisiatif tersebut justru ditanggapi berbeda oleh pihak keluarga Melvin. Merasa ada kejanggalan, mereka melaporkan kejadian itu ke Bupati Nias Barat dengan dugaan adanya tekanan atau intervensi dari pejabat.
Kabag Hukum: Tidak Ada Pemanggilan Resmi
Nama Kepala Bagian Hukum Setda Nias Barat, Hedwig M. Gulo, ikut disebut dalam laporan. Dalam klarifikasinya pada 3 Juli 2025, Hedwig menyatakan bahwa tidak pernah ada perintah untuk memanggil Melvin malam itu.
"Si Gea yang menghubungi lewat HP. Saya juga kaget saat diberi tahu, tapi katanya sudah terlanjur," ujar Hedwig.
Melvin, menurut Hedwig, tiba di kantor sekitar pukul 20.44 WIB masih memakai seragam dinas. Ia juga membenarkan bahwa Melvin tidak sendiri karena ditemani kerabat bernama Obin.
"Saya langsung sampaikan, kalau bisa koordinasinya lain kali saja," tegas Hedwig.
Melvin Wau sendiri memberikan penjelasan kepada media pada 7 Juli. Ia mengatakan bahwa dirinya merasa kurang nyaman dengan suasana pertemuan yang berlangsung malam hari.
"Katanya teman-teman CPNS sudah berkumpul, tapi pas saya tiba, ternyata hanya ada Kabag Hukum dan Gea, mereka sedang minum-minum," ungkap Melvin.
"Meski di dalam terang, tapi suasananya cukup menegangkan," tambahnya.
Kejadian ini kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan internal oleh Inspektorat Kabupaten Nias Barat. Pemeriksaan dilakukan terhadap Kabag Hukum dan dua CPNS terkait, untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang.
Permintaan Maaf dan Penyelesaian Kekeluargaan
Kristiannli Gea telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Melvin dan menyatakan penyesalan atas insiden tersebut.
"Saya sudah minta maaf langsung kepada Ibunya Melvin, dan kepada Melvin juga pada 1 Juli lalu saat difasilitasi oleh Kabag Hukum. Ini jadi pelajaran penting bagi saya tentang pentingnya etika dan kehati-hatian di lingkungan birokrasi," tuturnya.
Penyelesaian secara kekeluargaan dilakukan secara terbuka dengan disaksikan sejumlah ASN dan pejabat struktural. Pimpinan menyampaikan harapan agar kejadian serupa tidak terulang dan seluruh ASN, terutama CPNS, lebih memahami batas-batas etika birokrasi.
Saat dimintai tanggapan kembali oleh wartawan, Melvin Wau memilih untuk tidak memberikan komentar.*
Editor
:
Heboh Pemanggilan CPNS Malam Hari di Nias Barat Seret Nama Kabag Hukum, Ternyata Inisiatif Teman Sendiri