Kepala Dewan Keamanan Iran Dibunuh, Presiden Pezeshkian Janji Balas Dendam
TEHERAN Pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, akibat serangan udara yang diduga
INTERNASIONAL
MEDAN – Wacana penurunan potongan komisi aplikasi ojek online (ojol) menjadi 10 persen mendapat sorotan dari berbagai komunitas pengemudi aktif di Kota Medan.
Alih-alih mendukung, sejumlah perwakilan mitra ojol justru menyatakan penolakan terhadap usulan tersebut.
Mereka menilai, potongan komisi sebesar 20 persen yang saat ini berlaku dinilai masih ideal, terutama bila melihat sejumlah manfaat yang diberikan oleh aplikator kepada mitra pengemudi.
Rudi Maulana, Ketua Komunitas Medan E-Rider yang membawahi 136 anggota aktif, menuturkan bahwa selama permintaan layanan atau "order" tetap stabil, besaran komisi bukan menjadi masalah utama.
"Potongan 20 persen tidak menjadi beban selama order tetap lancar, serta ada benefit seperti asuransi kecelakaan, layanan bantuan darurat, hingga fasilitas pendukung lainnya," ujarnya.
Senada, Andi Irawan Siregar dari Komunitas Gatot Kaca yang terdiri dari 138 anggota juga menyampaikan bahwa skema saat ini memberikan banyak nilai tambah bagi para driver.
"Sebagai mitra, kami tidak hanya bekerja, tapi juga memperoleh manfaat tambahan seperti diskon kebutuhan operasional, akses ke layanan bantuan, dan bentuk perlindungan lainnya," katanya.
Dukungan terhadap skema komisi 20 persen juga disuarakan oleh Adenan Borneo dari Komunitas Gundala Molis.
Menurutnya, sistem yang berjalan saat ini memungkinkan para mitra untuk bekerja fleksibel sambil tetap menjaga stabilitas penghasilan.
Sementara itu, Sumihar dari Komunitas Green Amric Medan mengimbau pemerintah agar berhati-hati dalam menyusun regulasi terkait aplikator dan mitra pengemudi.
Ia menegaskan pentingnya mendengarkan suara mitra yang masih aktif di lapangan.
"Harus dibedakan antara mitra aktif dan yang sudah tidak aktif. Jangan sampai kebijakan justru memicu perpecahan atau kegaduhan," katanya.
Dari sisi pelaku usaha, Johny Siregar dari Komunitas Medan Sahabat Rental Club (MESAC) mengingatkan bahwa layanan ojol tidak hanya menyangkut pengemudi, tetapi juga berkaitan erat dengan ekosistem UMKM yang memanfaatkan jasa transportasi dan pengantaran digital.
"Kami berharap pemerintah tetap mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan keseimbangan dalam mengambil keputusan," ujarnya.
Secara keseluruhan, para perwakilan komunitas driver ojol di Kota Medan menegaskan bahwa mereka bukan sekadar pengguna aplikasi, melainkan bagian penting dari ekosistem ekonomi digital yang berkembang pesat di Indonesia.
Oleh karena itu, mereka berharap kebijakan yang diambil ke depan tetap memperhatikan kepentingan mitra aktif demi menciptakan ekosistem yang berkeadilan dan berkelanjutan.*
(tm/a008)
TEHERAN Pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, akibat serangan udara yang diduga
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut dugaan korupsi dalam penyelenggaraan dan pembagian kuota haji sebagai perkara besar. Lemba
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA, 17 Maret 2026 Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat In
EKONOMI
BANDA ACEH Cuaca di wilayah Provinsi Aceh pada hari ini didominasi kondisi berawan dengan hujan ringan yang terjadi di sejumlah daerah.
NASIONAL
MEDAN Cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Intensitas hujan terpant
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada hari ini diprakirakan didominasi kondisi berawan di seluruh wilayah administratif. Meski tidak
NASIONAL
BANDUNG Cuaca di wilayah Jawa Barat pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan di sejumlah daerah. Intensitas hujan terca
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca cerah diprakirakan mendominasi seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini. Kondisi ini terjadi mera
NASIONAL
DENPASAR Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali pada hari ini.Kondisi ini terjadi merata di
NASIONAL
JAKARTA Mabes TNI merespons perkembangan situasi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang
HUKUM DAN KRIMINAL