Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Gerak Cepat Siapkan Strategi
JAKARTA Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik yang dipicu dinamika geopolitik
EKONOMI
SUMATERA BARAT – Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan eksplorasi sejarah, bukti-bukti yang menguatkan julukan Pulau Emas bagi Sumatera kian nyata.
Fakta-fakta sejarah, penelitian ilmiah, hingga penemuan lapangan menunjukkan bahwa kekayaan alam berupa emas di pulau ini bukanlah sekadar mitos atau dongeng rakyat semata.
Dalam catatan sejarah klasik William Marsden berjudul The History of Sumatera (1811), disebutkan bahwa pada abad ke-19, wilayah Padang, Sumatera Barat, pernah menerima emas sebanyak 10.000 ons, setara dengan 283 kilogram, dari sekitar 1.200 titik tambang emas di pedalaman.
Nilai ekonomi setiap tambang kala itu ditaksir mencapai satu juta gulden, sebuah angka fantastis pada zamannya.
Tak hanya Sumatera Barat, Aceh turut mencatatkan diri sebagai daerah dengan kekayaan emas yang luar biasa.
Denys Lombard dalam bukunya Kerajaan Aceh (1986) menyebut bahwa Kerajaan Aceh memiliki lebih dari 300 tambang emas aktif.
Tak sedikit yang meyakini bahwa emas dari tanah Aceh memiliki kadar 24 karat dan terus muncul dari lapisan-lapisan tanah secara alami.
Catatan lainnya datang dari penjelajah asal Eropa, Agustin de Beaulieu, yang dalam laporan perjalanannya menyebut bahwa tanah Aceh mampu "mengeluarkan" emas secara alami, bahkan dalam bentuk gumpalan, menjadikan daerah itu sangat menarik bagi pedagang dan penjelajah Eropa pada abad ke-16 hingga ke-19.
Pada masa kolonial, Belanda memanfaatkan potensi ini secara besar-besaran.
Tambang-tambang emas dieksplorasi dan dieksploitasi sebagai salah satu sumber pendapatan utama, selain rempah-rempah dan hasil bumi lainnya.
Sementara itu, penduduk lokal juga tidak tinggal diam. Emas dikelola secara tradisional dan diperjualbelikan.
Dari proses inilah muncul pengusaha-pengusaha emas lokal yang menjadi kaya raya dan kelak berkontribusi besar terhadap pembangunan Indonesia pada masa pasca-kemerdekaan.
Meski kejayaan masa lalu itu kini tak sekuat dulu, penambangan emas di Sumatera, terutama di Sumatera Barat dan Aceh, masih terus berlangsung.
Namun, secara volume dan produksi, jumlahnya mulai menurun dan tersalip oleh daerah lain seperti Papua dan Sulawesi.
Namun demikian, Sumatera tetap memiliki tempat tersendiri dalam sejarah emas Indonesia.
Kisah dan kekayaan alamnya menjadi bukti nyata bahwa tanah ini pernah menyimpan kemegahan dan potensi ekonomi luar biasa.
Langkah-langkah pelestarian, pengelolaan berkelanjutan, dan edukasi publik mengenai sejarah tambang emas di Sumatera menjadi hal penting agar warisan ini tak hilang ditelan zaman.*
JAKARTA Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik yang dipicu dinamika geopolitik
EKONOMI
BEKASI Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Lebih dari
NASIONAL
MEDAN Tim Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut FC optimistis meraih kemenangan saat menghadapi MSJC dalam laga pembuka Pekan Ol
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026). Peresmian i
NASIONAL
JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meyakini adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan pemerasan yang melibatkan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sunga
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Di tengah hujan deras dan gelap malam, Surya Darma Ginting (60) berlari menuju rumahnya di Desa Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, Sum
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik yang menyoroti intensitas kunjungan luar negerinya. Ia menegaskan, perjalanan tersebut d
POLITIK
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pengadaan motor listrik akan difokuskan untuk mendukung operasional pr
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena adanya kelompok masyarakat yang dinilai enggan bekerja sama dalam pembangunan, namun
POLITIK