Suasana sejumlah kawasan di Kota Padangsidimpuan, masih banyak rumah, toko, dan fasilitas publik yang belum mengibarkan bendera Merah Putih. (foto: Indra Saputra/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
PADANGSIDIMPUAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, suasana nasionalisme yang biasanya menghiasi sudut-sudut Kota Padangsidimpuan tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu bendera Merah Putih mulai ramai dikibarkan sejak awal Agustus, maka tahun ini, kurangnya antusiasme masyarakat terlihat cukup dominan, terutama dalam mengibarkan bendera di depan rumah atau tempat usaha.
Saat awak media menyusuri sejumlah kawasan di Kota Padangsidimpuan, masih banyak rumah, toko, dan fasilitas publik yang belum mengibarkan bendera Merah Putih.
Padahal, peringatan hari kemerdekaan tinggal menghitung hari.
Salah satu warga, Ade Indra, ketika diwawancarai, menyampaikan pandangannya terkait kondisi ini.
Ia menilai, lesunya semangat masyarakat bisa jadi merupakan refleksi dari berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang tengah dihadapi.
"Kalau jawaban pastinya saya kurang tahu, tapi kalau dari pengamatan pribadi saya, mungkin karena kehidupan yang makin berat. Banyak masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi, harga kebutuhan pokok naik, dan lain-lain," ujar Indra, Jumat (8/8/2025).
Indra juga menyebut bahwa wacana ditiadakannya sejumlah kegiatan seremonial seperti pawai devile turut memengaruhi atmosfer perayaan kemerdekaan tahun ini.
Belum lagi isu ketersediaan beras dan LPG 3 kg yang sempat mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
"Kalau semangat masyarakat agak turun, mungkin karena faktor-faktor itu. Tapi saya yakin, jika pemerintah hadir dengan pendekatan yang baik, semangat itu bisa kembali tumbuh," imbuhnya.
Ade Indra mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang telah mulai mendistribusikan bendera Merah Putih ke seluruh kecamatan.
Namun, ia juga menyoroti bahwa pada tataran desa dan kelurahan, belum semua wilayah terlihat mengibarkan bendera secara merata.
"Pemerintah kota sudah membagikan bendera, tapi realitanya masih banyak desa dan kelurahan yang belum mengibarkan. Harusnya ada langkah aktif dari camat, lurah, dan kepala desa untuk mengimbau masyarakat, tentu dengan pendekatan yang humanis," harapnya.
Menutup pernyataannya, Indra menegaskan pentingnya menjaga semangat kebangsaan dan cinta tanah air, terlepas dari kondisi sosial atau dinamika politik yang sedang terjadi.
"Apa pun yang terjadi, Merah Putih tetap harus berkibar. Itu simbol bangsa kita, harga diri kita. Kita adalah putra-putri Indonesia. Masalah oknum, biarlah Tuhan dan alam yang menilai," tutupnya.
Dengan tinggal sepekan menuju HUT RI ke-80, diharapkan semangat nasionalisme masyarakat dapat kembali tumbuh, dan kota Padangsidimpuan bisa kembali semarak dengan warna Merah Putih sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air.*
Editor
: Adelia Syafitri
Menjelang HUT RI ke-80, Semangat Mengibarkan Bendera Merah Putih di Padangsidimpuan Masih Rendah