BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Skandal Besar di Malaysia: Lima Perwira Tinggi Militer Ditangkap karena Bocorkan Informasi ke Sindikat Penyelundupan

Raman Krisna - Sabtu, 16 Agustus 2025 16:23 WIB
Skandal Besar di Malaysia: Lima Perwira Tinggi Militer Ditangkap karena Bocorkan Informasi ke Sindikat Penyelundupan
Ilustrasi operasi militer di Malaysia (foto : cnn)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALAYSIA - Malaysia diguncang oleh pengungkapan kasus besar terkait dugaan kebocoran informasi operasional militer ke tangan sindikat penyelundupan.

Lima perwira tinggi Angkatan Tentera Malaysia (ATM) ditangkap dalam operasi bernama Op Sohor, yang dipimpin oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (MACC) dengan dukungan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) dan Dinas Intelijen MACC.

Selain para perwira militer, lima warga sipil turut diamankan, termasuk dua wartawan media daring, seorang manajer perusahaan, staf administrasi dari Asosiasi Medis Malaysia (MMA), dan seorang wanita warga asing. Kesepuluh tersangka berusia antara 30 hingga 55 tahun kini menjalani masa penahanan (remand) dengan berbagai durasi hingga 20 Agustus 2025.

Modus dan Dampak Penyelundupan

Menurut Direktur Senior Divisi Intelijen MACC, Datuk Saiful Ezral Arifin, sindikat ini mengendalikan penyelundupan narkotika, rokok ilegal, dan komoditas terlarang lainnya dengan nilai estimasi mencapai RM5 juta per bulan. Para perwira diduga menerima suap antara RM30.000 hingga RM50.000 per trip penyelundupan.

Saat penggerebekan, pihak berwenang menyita uang tunai lebih dari RM63.000, paket mencurigakan yang diduga berisi narkotika, alat timbang, minuman keras, serta senjata tiruan.

Reaksi dan Proses Hukum

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam atas potensi kebocoran intelijen militer ke kelompok kriminal, sekaligus mencoreng integritas aparat keamanan negara. Penahanan dilakukan dengan persetujuan Hakim Majistret Irza Zulaikha Rohanuddin.

Operasi ini mengungkapkan adanya ancaman serius tidak hanya dari kartel luar, tetapi juga pelanggaran di dalam sistem keamanan negara sendiri. Publik kini menantikan proses hukum yang transparan dan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang.*

(ds/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru