BREAKING NEWS
Senin, 01 September 2025

Anak Gus Dur Ingatkan Pemerintah: Libatkan Rakyat dalam Setiap Kebijakan

Abyadi Siregar - Minggu, 24 Agustus 2025 13:12 WIB
Anak Gus Dur Ingatkan Pemerintah: Libatkan Rakyat dalam Setiap Kebijakan
Anak Presiden RI ke-4 Gus Dur sekaligus Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid. (foto: tangkapan layar ig alissa_wahid)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, mengimbau pemerintah untuk lebih bijak dan partisipatif dalam menyusun kebijakan publik, khususnya yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Menurutnya, berbagai kebijakan seperti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang tidak melalui kajian mendalam berisiko memicu gejolak sosial.

"Kebijakan pemerintah dibuat tanpa kajian yang cukup. Suara rakyat semakin ditekan, sehingga muncul berbagai bentuk perlawanan, mulai dari kabur saja dulu, atau munculnya tagar Indonesia gelap," ungkap Alissa, Minggu (24/8/2025).

Baca Juga:

Alissa menyoroti kasus terbaru di Pati, Jawa Tengah, di mana kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen memicu aksi demonstrasi masyarakat.

Situasi serupa terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, dengan kenaikan PBB-P2 hingga 400 persen, yang juga memicu protes publik.

Baca Juga:

"Dalam demokrasi, rakyat bukan sekadar objek kebijakan, tetapi subjek yang harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Kedaulatan sipil tidak boleh dikerdilkan," tegas Alissa.

Ia menekankan bahwa demokrasi hanya dapat ditegakkan jika kekuasaan sipil tetap kokoh dan tidak berada di bawah bayang-bayang pendekatan koersif.

Ketika suara rakyat terpinggirkan, lanjutnya, kepercayaan terhadap pemerintah akan kian luntur.

Tak hanya fokus pada aspek demokrasi, Alissa Wahid juga menyoroti isu keadilan ekologis yang akan menjadi salah satu agenda utama dalam forum TUNAS GUSDURian 2025 mendatang.

"Krisis iklim global sudah sangat nyata, dan di Indonesia diperparah oleh praktik industri ekstraktif yang abai terhadap dampak lingkungan dan hak-hak masyarakat adat," ujar Alissa.

Ia mengungkapkan bahwa praktik tambang yang masih dijalankan tanpa komitmen terhadap reklamasi atau pemulihan lingkungan telah menimbulkan banyak korban.

Banyak masyarakat, terutama di daerah-daerah tambang, hidup dalam kerentanan akibat rusaknya ekosistem.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sejumlah Artis Korea dan Thailand Sampaikan Dukungan untuk Indonesia di Tengah Aksi Demonstrasi
Situasi Demonstrasi di Medan Memanas, Pos Polisi Dibakar Massa
Gedung DPR Membara! Massa Jebol Pagar Kompleks Parlemen, Brimob Mulai Tambah Pasukan
Anies Baswedan: Perjuangan Keadilan untuk Affan Tak Berhenti di Pemakaman Ini
Pasca Demo Minta Ketua DPRD Deli Serdang Dicopot, Zulhamri Daeng Dihujat dan Difitnah: Saya Bukan Ketua PAC PKB Medan Kota
Aksi Mahasiswa di DPRD Sumut Ricuh, PB HMI Kecam Tindakan Represif Aparat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru