Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA – Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, mengimbau pemerintah untuk lebih bijak dan partisipatif dalam menyusun kebijakan publik, khususnya yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kebijakan seperti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang tidak melalui kajian mendalam berisiko memicu gejolak sosial.
"Kebijakan pemerintah dibuat tanpa kajian yang cukup. Suara rakyat semakin ditekan, sehingga muncul berbagai bentuk perlawanan, mulai dari kabur saja dulu, atau munculnya tagar Indonesia gelap," ungkap Alissa, Minggu (24/8/2025).
Alissa menyoroti kasus terbaru di Pati, Jawa Tengah, di mana kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen memicu aksi demonstrasi masyarakat.
Situasi serupa terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, dengan kenaikan PBB-P2 hingga 400 persen, yang juga memicu protes publik.
"Dalam demokrasi, rakyat bukan sekadar objek kebijakan, tetapi subjek yang harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Kedaulatan sipil tidak boleh dikerdilkan," tegas Alissa.
Ia menekankan bahwa demokrasi hanya dapat ditegakkan jika kekuasaan sipil tetap kokoh dan tidak berada di bawah bayang-bayang pendekatan koersif.
Ketika suara rakyat terpinggirkan, lanjutnya, kepercayaan terhadap pemerintah akan kian luntur.
Tak hanya fokus pada aspek demokrasi, Alissa Wahid juga menyoroti isu keadilan ekologis yang akan menjadi salah satu agenda utama dalam forum TUNAS GUSDURian 2025 mendatang.
"Krisis iklim global sudah sangat nyata, dan di Indonesia diperparah oleh praktik industri ekstraktif yang abai terhadap dampak lingkungan dan hak-hak masyarakat adat," ujar Alissa.
Ia mengungkapkan bahwa praktik tambang yang masih dijalankan tanpa komitmen terhadap reklamasi atau pemulihan lingkungan telah menimbulkan banyak korban.
Banyak masyarakat, terutama di daerah-daerah tambang, hidup dalam kerentanan akibat rusaknya ekosistem.
"Ini bukan hanya soal lingkungan. Ini soal keadilan ekologis, di mana masyarakat adat harus dilindungi, dan hak-hak alam harus dihormati," ucapnya.
Forum TUNAS Jaringan GUSDURian 2025 yang mengangkat tema "Meneladani Gus Dur, Menguatkan Indonesia", akan diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas GUSDURian, tokoh lintas agama, jejaring masyarakat sipil, serta akademisi dari seluruh Indonesia.
Dalam forum tersebut, akan dirumuskan rekomendasi konkret untuk memperkuat pilar demokrasi dan memperjuangkan keadilan ekologis yang berpihak pada rakyat.
"Gus Dur selalu bekerja berdasarkan nilai. Kini saatnya nilai-nilai tersebut kita wujudkan dalam tindakan yang konkret dan berkelanjutan," pungkas Alissa Wahid.*
(vo/a008)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN