JEMBRANA — Pemerintah Kabupaten Jembrana menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peresmian Sentra Pemenuhan Pangan Gizi (SPPG) Yayasan Tiga Srikandi Bali, Senin (25/8/2025).
Bertempat di Jalan Pecangakan, Dangintukadaya, peresmian dapur umum ini sekaligus menandai dimulainya distribusi makanan bergizi gratis untuk ribuan anak sekolah di wilayah Jembrana, menjadikan kabupaten ini salah satu pelaksana tercepat program MBG di Indonesia.
Acara berlangsung meriah dan penuh semangat, dihadiri oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. M. Adriansyah, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, serta sejumlah pimpinan instansi dan unsur masyarakat lainnya.
Ketua SPPG Yayasan Tiga Srikandi Bali, I Ketut Sutarka, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dapur umum tersebut siap melayani kebutuhan gizi harian untuk 3.090 anak sekolah di Kabupaten Jembrana.
Tak hanya itu, pihak yayasan juga menargetkan perluasan program bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Kami berharap distribusi makanan bergizi ini bisa segera merata dan menyentuh semua kalangan yang membutuhkan, demi mencegah masalah gizi sejak dini," ujar Sutarka.
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan dapur umum MBG menjadi bagian dari misi besar daerah dalam mendukung kualitas sumber daya manusia.
"Dengan gizi yang baik, anak-anak akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Ini adalah upaya kolektif demi mencetak generasi emas," ucapnya.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa kecepatan pelaksanaan program ini mencerminkan keseriusan Pemkab Jembrana dalam menjawab tantangan stunting dan ketimpangan gizi.
Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah, mengapresiasi langkah cepat Pemkab dalam mengimplementasikan program nasional ini.
Menurutnya, peresmian SPPG Tiga Srikandi merupakan tonggak penting dalam membangun sistem ketahanan gizi masyarakat.
"Kita harus menyasar seluruh kelompok strategis, termasuk ibu hamil dan anak balita. Dengan begitu, pembentukan generasi emas bisa dimulai sejak dalam kandungan," ujarnya.