JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2025, suasana mulai dipenuhi semangat dan antusiasme dari para peserta yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.
Kongres yang akan digelar pada 29–30 Agustus 2025 di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi, ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan insan pers Indonesia.
Rombongan delegasi dari sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Riau, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, telah tiba lebih awal di Jakarta.
Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan kesiapan mengikuti kongres, namun juga mencerminkan semangat kolaboratif yang terus tumbuh di tubuh PWI.
Di sisi lain, panitia pelaksana terus mematangkan segala persiapan. Pada Rabu (27/8), Tim Penjaringan bersama Anggota Dewan Pers menggelar rapat koordinasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menyampaikan komitmen penuh lembaganya dalam mengawal jalannya kongres.
"Dewan Pers akan hadir full team untuk mengawal jalannya kongres ini," ujar Prof. Komaruddin dalam pernyataan resminya.
Ketua Organizing Committee (OC) Kongres PWI 2025, Marthen Selamet Susanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Dewan Pers, termasuk penggunaan Hall Dewan Pers sebagai sekretariat panitia.
"Dukungan dari Prof. Komaruddin, Pak Dahlan Dahi, dan Mas Totok Suryanto telah menjadi energi besar bagi kami. Kini persiapan telah mencapai tahap akhir," ungkap Marthen.
Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh-tokoh Dewan Pers, seperti Dahlan Dahi, yang sejak awal aktif menjaga harmoni antara dua kubu PWI, serta Totok Suryanto, yang terlibat langsung dalam kepanitiaan Steering Committee (SC).
Ketua SC, Zulkifli Gani Ottoh, menambahkan bahwa sinergi antara SC dan OC menjadi kunci utama dalam memastikan kongres berlangsung secara demokratis dan tertib.
"Koordinasi berjalan baik, soliditas antar panitia sangat terasa, dan dukungan dari Dewan Pers memberi semangat tersendiri. Kami optimistis kongres ini akan menjadi momen penting bagi masa depan organisasi dan insan pers nasional," ujarnya.