BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Viral Kode 1312 Usai Insiden Affan Kurniawan, Ini Maknanya!

Abyadi Siregar - Jumat, 29 Agustus 2025 14:26 WIB
Viral Kode 1312 Usai Insiden Affan Kurniawan, Ini Maknanya!
Ilustrasi kode 1312 (foto: X/@oneokrockindonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Jagat media sosial tengah diramaikan oleh unggahan warganet yang menyematkan kode angka 1312 sebagai bentuk ekspresi keprihatinan dan solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dalam aksi demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Affan diketahui menjadi korban setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat mengantar pesanan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Kode 1312 menjadi simbol yang banyak muncul di berbagai platform seperti Instagram, X, dan Facebook.

Baca Juga:

Unggahan ini tak hanya menandai duka kolektif, namun juga menjadi bentuk kritik publik terhadap tindakan aparat dalam penanganan aksi unjuk rasa.

Dikutip dari laman GQ, Jumat (29/8/2025), kode 1312 adalah bentuk pengkodean dari frasa ACAB yang merupakan singkatan dari "All Cops Are Bastards".

Baca Juga:

Frasa ini memiliki konotasi keras yang sering digunakan sebagai kritik terhadap penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum.

Dalam bentuk angka:

- A adalah huruf ke-1 dalam alfabet (1),

- C huruf ke-3 (3),

- A lagi (1),

- B huruf ke-2 (2).

Maka, kombinasi tersebut membentuk 1312 sebagai representasi dari ACAB.

Kode ini awalnya digunakan oleh para pekerja yang melakukan mogok kerja di Inggris pada era 1940-an.

Seiring waktu, gerakan punk pada 1970-an turut membawa istilah ini ke panggung dunia melalui lagu-lagu berisi kritik sosial dan perlawanan terhadap otoritas yang dinilai tidak adil.

Salah satu lagu terkenal yang turut menyuarakan kode tersebut adalah "ACAB" dari 4-Skins, grup punk asal London.

Meskipun memiliki latar belakang sejarah yang cukup panjang, dalam konteks Indonesia saat ini, kemunculan kode 1312 merefleksikan bentuk ketidakpuasan publik terhadap penanganan unjuk rasa yang dinilai represif dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Sejumlah warganet menyatakan penggunaan kode ini sebagai bentuk desakan agar proses hukum atas kematian Affan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Di sisi lain, masyarakat juga menuntut evaluasi serius terhadap standar operasional pengamanan aksi unjuk rasa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini dan berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan rasa duka yang mendalam serta menekankan pentingnya akuntabilitas dari pihak yang terlibat.

Ungkapan belasungkawa pun mengalir deras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perusahaan aplikasi transportasi daring tempat Affan bernaung, yang berkomitmen memberikan dukungan bagi keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan perlunya penegakan hukum yang humanis dan profesional.

Kode 1312, meski sarat kontroversi, kini menjadi representasi suara publik yang menyerukan keadilan, transparansi, dan perubahan.*

(vo/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pihak Asing Dituding Tunggangi Demo, Ekonom: Murni Karena Rakyat Marah dan Resah Terhadap Kondisi Ekonomi
Situasi Demonstrasi di Medan Memanas, Pos Polisi Dibakar Massa
Demo Mahasiswa Medan Desak Reformasi DPRD: Hapuskan Perjalanan Dinas, Fokus pada Rakyat!
Ratusan Sopir Ojol Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama di Mapolres Binjai
Aksi Damai di Mapolda Aceh, Kapolda: Ini Adalah Wujud Demokrasi yang Sehat
Gedung DPR Membara! Massa Jebol Pagar Kompleks Parlemen, Brimob Mulai Tambah Pasukan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru