Rp101 Triliun Mengalir untuk MBG, Purbaya Ungkap Belanja Negara Tembus Rp1.656 Triliun
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun hingga akhir Juli 2026 atau
EKONOMI
JAKARTA — Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang mengguncang berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir, muncul berbagai narasi yang mencoba menjelaskan akar penyebab dari gejolak sosial tersebut.
Salah satunya adalah tudingan bahwa aksi massa tersebut ditunggangi oleh kepentingan asing.
Menanggapi hal ini, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyampaikan pandangannya yang menegaskan bahwa gelombang unjuk rasa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari mahasiswa, pelajar, buruh hingga ojek online, merupakan bentuk ekspresi kekecewaan yang murni dari rakyat.
"Gerakan ini muncul akibat rakyat yang marah dan resah terhadap kondisi ekonomi mereka. Tudingan bahwa ada kepentingan asing di balik aksi ini menurut saya tidak benar," ujar Nailul, Jumat (29/8).
Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Sulitnya mencari pekerjaan dan menurunnya daya beli telah menimbulkan keresahan yang akut.
Ketika ketidakpuasan ini tidak mendapat ruang aspiratif, maka luapan kekecewaan tak terelakkan.
"Mereka semakin sulit mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Ketika tekanan ini mencapai puncaknya, terjadilah aksi besar-besaran seperti kemarin," tambahnya.
Pernyataan Nailul ini sekaligus menanggapi klaim yang sebelumnya disampaikan oleh mantan Kepala BIN, A.M. Hendropriyono, yang menyebut bahwa aksi demonstrasi di sekitar Kompleks Parlemen disinyalir ditunggangi oleh pihak asing melalui 'kaki tangan' di dalam negeri.
Hendropriyono menyebut bahwa ada figur berpengaruh dari luar negeri yang secara tidak langsung mengatur dinamika tersebut.
Namun, ia juga menekankan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia yang ikut aksi tidak mengetahui bahwa mereka sedang 'dimainkan'.
"Tokoh ini bukan negarawan, tetapi memiliki pengaruh besar dalam pengambilan kebijakan di negaranya. Tujuannya tetap sama, ingin menjajah, hanya caranya berbeda. Dulu dengan peluru, sekarang dengan kekacauan demokrasi," ujar Hendropriyono di Istana Kepresidenan, Kamis (28/8).
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun hingga akhir Juli 2026 atau
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Thailand berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tengah menyiapkan stimulus bagi masyarakat yang terdampak kek
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Pemerintah Thailand atas bantuannya memfasilitasi pemulangan hampir 1.000 warga negara Ind
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima tanda kehormatan dari Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Special Warf
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat menyambut Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka,
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) men
EKONOMI
JAKARTA Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) telah menetapkan sidang perdana kasus
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kelangkaan semen di sejumlah wilayah Aceh memicu lonjakan harga yang dinilai membebani masyarakat dan pelaku usaha konstruksi
EKONOMI