Berita Telah Terbit, Humas Bea Cukai Pangkalpinang Baru Merespons Dugaan Rokok Tanpa Pita Cukai
PANGKALPINANG Humas Bea Cukai Pangkalpinang akhirnya memberikan respons atas konfirmasi wartawan mengenai dugaan peredaran rokok tanpa p
NASIONAL
JAKARTA — Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang mengguncang berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir, muncul berbagai narasi yang mencoba menjelaskan akar penyebab dari gejolak sosial tersebut.
Salah satunya adalah tudingan bahwa aksi massa tersebut ditunggangi oleh kepentingan asing.
Menanggapi hal ini, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyampaikan pandangannya yang menegaskan bahwa gelombang unjuk rasa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari mahasiswa, pelajar, buruh hingga ojek online, merupakan bentuk ekspresi kekecewaan yang murni dari rakyat.
"Gerakan ini muncul akibat rakyat yang marah dan resah terhadap kondisi ekonomi mereka. Tudingan bahwa ada kepentingan asing di balik aksi ini menurut saya tidak benar," ujar Nailul, Jumat (29/8).
Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Sulitnya mencari pekerjaan dan menurunnya daya beli telah menimbulkan keresahan yang akut.
Ketika ketidakpuasan ini tidak mendapat ruang aspiratif, maka luapan kekecewaan tak terelakkan.
"Mereka semakin sulit mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Ketika tekanan ini mencapai puncaknya, terjadilah aksi besar-besaran seperti kemarin," tambahnya.
Pernyataan Nailul ini sekaligus menanggapi klaim yang sebelumnya disampaikan oleh mantan Kepala BIN, A.M. Hendropriyono, yang menyebut bahwa aksi demonstrasi di sekitar Kompleks Parlemen disinyalir ditunggangi oleh pihak asing melalui 'kaki tangan' di dalam negeri.
Hendropriyono menyebut bahwa ada figur berpengaruh dari luar negeri yang secara tidak langsung mengatur dinamika tersebut.
Namun, ia juga menekankan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia yang ikut aksi tidak mengetahui bahwa mereka sedang 'dimainkan'.
"Tokoh ini bukan negarawan, tetapi memiliki pengaruh besar dalam pengambilan kebijakan di negaranya. Tujuannya tetap sama, ingin menjajah, hanya caranya berbeda. Dulu dengan peluru, sekarang dengan kekacauan demokrasi," ujar Hendropriyono di Istana Kepresidenan, Kamis (28/8).
PANGKALPINANG Humas Bea Cukai Pangkalpinang akhirnya memberikan respons atas konfirmasi wartawan mengenai dugaan peredaran rokok tanpa p
NASIONAL
MEDAN Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu mengajak siswa TK/SD Pertiwi Medan membangun kebiasaan
NASIONAL
MEDAN Fenomena hujan es terjadi di kawasan Medan Johor dan sekitarnya, Sumatera Utara, pada Rabu sore, 23 September 2026. Hujan yang tur
PERISTIWA
OlehMuhammad IkmalRABU (23/9/2026), Kementerian Keuangan menggelar konsultasi publik Rancangan Peraturan Presiden tentang pengalihan pembin
OPINI
JAKARTA Infinix resmi meluncurkan laptop XBOOK 14 NEO di Indonesia. Laptop ini dirancang untuk mendukung aktivitas generasi muda, mulai
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Peluncuran dan bedah buku Strategi Baru Pemberantasan Mafia Pertanahan di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu, 23 Sep
NASIONAL
JAKARTA Massa aksi kembali mendatangi Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Rabu, 23
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi dalam mendidik, melindungi, dan membangun ma
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian melakukan peletakan batu pertama pembangunan videotron di Simpang Sei Bejangkar, Kecamatan
PEMERINTAHAN
BATU BARA Pemerintah Kabupaten Batu Bara terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui program Bupati Batu Bara
PEMERINTAHAN