Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan Uya Kuya, artis sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi PAN, tengah berada di bandara tak lama setelah rumahnya dijarah massa. Dalam video tersebut, Uya tampak mengenakan beanie putih dan long sleeve Gucci putih, sambil mendorong koper dan berbicara lewat telepon.
Momen ini memicu spekulasi warganet soal kepergiannya. Lokasi dan tujuan keberangkatan Uya Kuya belum dapat dipastikan, namun kehadirannya di bandara langsung menjadi sorotan.
"Momen Uya Kuya keciduk warganet saat di bandara. Nggak tau tujuannya kemana, yang jelas dia kabur kata warganet," tulis akun X (Twitter) @kegblgnunfaedh.
Disorot Usai Aksi Joget Viral, Rumahnya Dirusak Massa
Nama Uya Kuya sebelumnya menjadi bahan pembicaraan publik setelah video dirinya berjoget di sidang tahunan DPR RI viral di tengah meningkatnya kemarahan masyarakat terkait kenaikan tunjangan anggota dewan.
Video itu memicu kemarahan publik hingga massa mendatangi rumah Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu malam (30/8). Massa merusak sejumlah bagian rumah, bahkan menjarah isi rumah hingga ke lantai atas.
"Massa tak peduli permintaan maaf, rumah Uya Kuya tetap dijarah, kucing kesayangan Astrid ikut raib," tulis warganet lainnya di media sosial.
Uya Kuya Sudah Minta Maaf
Sebelum penjarahan terjadi, Uya Kuya sempat mengunggah video permintaan maaf di akun Instagram @king_uyakuya. Dalam video tersebut, Uya mengaku menyesal atas sikapnya yang dianggap menyakiti perasaan masyarakat.
"Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya paling dalam, untuk seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan tidak berniat membuat kegaduhan dan berjanji untuk lebih berhati-hati dalam bersikap sebagai wakil rakyat.
"Saya akan berhati-hati lagi dalam bersikap dan bersungguh-sungguh mewakili warga Indonesia sebagai anggota DPR RI," sambung Uya.
Respons PAN dan Nasib Politik Uya Kuya
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari DPP PAN terkait posisi Uya Kuya di partai maupun DPR. Berbeda dengan NasDem yang telah menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari jabatan keanggotaan DPR karena reaksi publik serupa.
Spekulasi terus berkembang, sementara publik menanti apakah PAN akan mengambil sikap tegas terhadap anggotanya yang sedang disorot tajam.*
(ds/j006)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL