Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH - Di tengah dinamika politik dan sosial yang meningkat, Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah memimpin doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Senin pagi (1/9/2025).
Doa tersebut ditujukan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan kedamaian selama berlangsungnya aksi unjuk rasa hari ini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus Masjid Raya, tokoh agama, serta perwakilan aparat keamanan. Usai doa bersama, rombongan juga melakukan ziarah ke Makam Syiah Kuala, sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama besar Aceh dan warisan perdamaian yang ditinggalkannya.
"Masjid Raya adalah simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Aceh. Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga ketenangan di tengah masyarakat, terutama saat aspirasi disampaikan. Mari kita doakan agar aksi hari ini berlangsung tertib, aman, dan tidak anarkis," ujar Kapolda Aceh dalam arahannya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengajak pengurus masjid untuk ikut serta menjaga kondusivitas lingkungan, serta merawat keindahan Masjid Raya yang menjadi ikon penting bagi rakyat Aceh.
Ia menekankan bahwa doa bersama dan ziarah bukan sekadar simbolis, tapi bentuk nyata komitmen bersama untuk menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.
"Kita diajarkan oleh ulama terdahulu untuk menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah, bukan dengan kekerasan. Mari kita terus warisi tradisi ini, dan jadikan Aceh sebagai contoh kedamaian yang berakar pada nilai-nilai Islam," tambah Kapolda.
Ziarah ke Makam Syiah Kuala dilakukan dengan khidmat, dan menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai adat, agama, dan kebersamaan yang selama ini menjadi identitas kuat rakyat Aceh.
Pengurus Masjid Raya Baiturrahman menyambut baik langkah ini dan menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama menjaga suasana tenang dan religius, termasuk dalam situasi sosial yang menantang.
"Kami siap menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian, bukan hanya di masjid, tapi juga di masyarakat luas," ujar salah satu pengurus masjid.
Kapolda Aceh yang merupakan abiturien Akabri 1991 itu juga mengingatkan bahwa provokasi dan kabar bohong adalah ancaman serius yang dapat memecah persatuan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, kritis, dan berpikir jernih dalam menghadapi situasi apa pun.*
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK