BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Tapsel Bahas Koridor Satwa di Batang Toru, Dukung Pelestarian Orangutan Tapanuli

Mora Siregar - Selasa, 09 September 2025 19:55 WIB
Tapsel Bahas Koridor Satwa di Batang Toru, Dukung Pelestarian Orangutan Tapanuli
kegiatan Konsultasi Publik Hasil Studi Kelayakan Koridor Ekosistem yang digelar di Aula Kantor Bappeda Tapsel, Selasa (9/9/2025).(foto: mora siregar/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPSEL - Upaya pelestarian ekosistem Batang Toru, rumah bagi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)—spesies kera besar paling langka di dunia—kembali mendapatkan dukungan nyata melalui kegiatan Konsultasi Publik Hasil Studi Kelayakan Koridor Ekosistem yang digelar di Aula Kantor Bappeda Tapsel, Selasa (9/9/2025).

Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, yang hadir mewakili Bupati Tapsel. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga ekosistem Batang Toru, tidak hanya sebagai habitat satwa langka tetapi juga sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

"Ekosistem Batang Toru sangat vital. Ia menopang kehidupan masyarakat dari hulu hingga hilir, serta menjadi rumah bagi spesies langka dunia," tegas Wabup Jafar.

Dalam studi kelayakan yang dipaparkan, terdapat empat koridor satwa yang dirancang, yaitu:

Koridor Hutaimbaru

Koridor Bulu Mario

Koridor Silima-lima

Koridor Aek Malakkut

Koridor ini akan menghubungkan blok-blok hutan terpisah agar satwa kunci seperti Orangutan Tapanuli, Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan Rangkong dapat tetap berpindah, menjaga keragaman genetik, serta mengurangi risiko konflik manusia dan satwa.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk:

Konservasi Indonesia

Pemerintah Provinsi Sumut & Pemkab Tapsel

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

BBKSDA Sumut

Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)

Sumatera Rainforest Institute (SRI)

Jeri Imansyah, Direktur Program Sundaland dari Konservasi Indonesia, mengatakan bahwa upaya ini merupakan contoh konkret dari penerapan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi, dampak positif dapat dirasakan luas—baik untuk ekosistem maupun kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ekosistem Batang Toru, yang terbagi menjadi tiga blok utama—Timur, Barat, dan Sibual-buali—diakui sebagai jantung hijau Sumatera Utara. Dengan populasi Orangutan Tapanuli yang diperkirakan kurang dari 800 individu, kawasan ini menjadi prioritas konservasi internasional.

Pembangunan koridor satwa ini juga sejalan dengan Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025–2045, sekaligus mendukung visi besar Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Acara turut dihadiri oleh Sekda Tapsel Sofyan Adil, Kepala Bappeda, Kadis Lingkungan Hidup, para camat, kepala desa, LSM lingkungan, akademisi, serta komunitas lokal.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru