BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Kementerian ATR/BPN Siapkan Lahan 79 Ribu Hektare untuk Program Tiga Juta Rumah

BITVonline.com - Minggu, 01 Desember 2024 06:38 WIB
Kementerian ATR/BPN Siapkan Lahan 79 Ribu Hektare untuk Program Tiga Juta Rumah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendukung penuh program Tiga Juta Rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam rangka merealisasikan program tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menjelaskan peran penting lembaganya dalam penyediaan tanah serta penataan ruang yang diperlukan untuk pembangunan perumahan tersebut.

Menurut Nusron, kementeriannya memiliki kewenangan dalam dua aspek utama untuk mendukung program ini, yakni penyediaan tanah dan tata ruang. “Kita sudah intensif berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Yang menyangkut ATR/BPN ada dua isu besar, yaitu tanah dan tata ruang,” ungkap Nusron dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/12/2024).

Nusron menyampaikan bahwa untuk membangun kawasan permukiman dalam program Tiga Juta Rumah, dibutuhkan lahan seluas sekitar 26.000 hektare. Menurutnya, pihaknya memiliki potensi cadangan tanah terlantar yang cukup besar, mencapai 1,3 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 854 ribu hektare sudah teridentifikasi penggunaannya, yang bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan, termasuk perumahan, kawasan industri, dan transmigrasi.

“Untuk sektor perumahan, kami bisa menggunakan sekitar 79 ribu hektare dari total 1,3 juta hektare tanah terlantar. Jadi, saya rasa tanahnya cukup untuk menopang program Tiga Juta Rumah ini. Sisanya, kami akan terus mengumpulkan data untuk mengidentifikasi penggunaan lahan secara lebih spesifik,” jelas Nusron.

Lebih lanjut, Nusron menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan kawasan permukiman dan kawasan pertanian serta pangan berkelanjutan (KP2B). Hal ini, menurutnya, sangat krusial untuk mendukung program swasembada pangan yang juga menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Permukiman tidak boleh mengorbankan sawah-sawah produktif. Solusinya, jika ada sawah yang digunakan untuk kawasan permukiman atau industri, kabupaten setempat harus mengganti sawah tersebut dengan jumlah dan produktivitas yang setara,” katanya.

Dengan adanya potensi lahan yang melimpah dan pengaturan tata ruang yang hati-hati, Nusron berharap program Tiga Juta Rumah dapat berjalan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru