Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Masa Depan Umat Hindu hingga Indonesia Emas 2045 Dibahas
JAKARTA Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026). For
NASIONAL
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara terkait kontroversi yang menjerat putranya, Yudo Purbaya, usai pengangkatannya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.
Sejumlah pernyataan Yudo di media sosial dinilai kontroversial, mulai dari menyebut Sri Mulyani sebagai "agen CIA" hingga pernyataan bernada merendahkan soal masyarakat miskin.
Saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/9/2025), Purbaya menjelaskan bahwa putranya tidak memahami konteks yang ia sampaikan dan telah berhenti bermain media sosial.
"Dia nggak ngerti, masih kecil, dan sudah tidak main Instagram lagi. Anak kecil yang tidak tahu apa-apa," kata Purbaya kepada awak media.
Pernyataan soal "Agen CIA" dan "Ternak Mulyono"
Salah satu kontroversi yang sempat viral adalah ketika Yudo menyebut bahwa ayahnya "melengserkan agen CIA", merujuk pada Sri Mulyani. Dalam klarifikasi video yang kemudian ia unggah, Yudo menyatakan bahwa hal itu "hanya bercanda" untuk teman-temannya di grup bernama Ternak Mulyono, nama yang dikaitkan oleh warganet dengan Presiden Jokowi.
Meski sudah meminta maaf, rekaman video dan unggahan terkait tetap beredar luas dan menjadi bahan perbincangan publik.
Komentar Soal Masyarakat Miskin
Tak berhenti di situ, pernyataan lama Yudo yang menyebut bahwa "orang miskin rasis dan mental mengemis" juga kembali viral. Warganet mengecam ucapan tersebut sebagai nirempati dan merendahkan rakyat kecil.
Purbaya pun menyatakan bahwa dirinya sudah menegur putranya secara langsung.
"Sudah, sudah. Kan sudah take down di Instagram juga. Dan kita juga enggak biasa juga kan, biasanya santai-santai, rupanya tiba-tiba dilihatin semuanya setiap gerakan. Baru tahu saya," jelasnya.
Tanggapan Purbaya Soal Tuntutan 17+8
Di tengah sorotan publik terhadap putranya, Purbaya juga menjadi sorotan atas komentarnya terkait tuntutan 17+8 yang digaungkan masyarakat sipil dan sejumlah influencer. Ia menyebut tuntutan tersebut hanya datang dari "sebagian rakyat kecil yang masih susah," yang kemudian dianggap warganet sebagai komentar elit dan kurang berempati.
Pernyataan ini justru menambah kritik terhadap Purbaya di media sosial.*
JAKARTA Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026). For
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas dengan Malaysia. Hal itu disampai
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau penyelesaian pembangunan Stadion Teladan dan menemukan sejumlah bagian yang masih
PEMERINTAHAN
JAKARTA Istana membantah isu adanya upaya menyingkirkan orangorang Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) dari pemerintahan Presiden Prabo
POLITIK
MEDAN Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim disebut sudah mengetahui keberadaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar telah menetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) yang akan didukung pada Pilpres 2029. Nam
POLITIK
MEDAN Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial RS yang diduga menjadi kurir narkotika ja
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menghadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan pela
NASIONAL
JAKARTA Mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Hery Susanto membantah menerima uang dari Agung Winarno dalam perkara dugaan tinda
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh bersama TNI dan Pemerintah Aceh mematangkan kesiapan pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi KeII Tahu
NASIONAL