Jembrana, Bali – Pasca bencana banjir yang melanda Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, aparat TNI-Polri, perangkat desa, dan masyarakat bergotong royong melakukan karya bakti massal untuk membersihkan lingkungan, Minggu (14/9/2025) pagi.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 WITA, dipimpin langsung oleh Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K. Turut hadir dalam kegiatan ini:Kapolsek Kota Jembrana IPDA Ngr Agus Dwi Widiatmika Putra
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu SupartaPerbekel Desa Budeng I Putu Libra Setiawan
Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polprades, dan personel gabungan dari Polres JembranaTotal sekitar 50 personel dikerahkan dalam kegiatan peduli lingkungan ini.
? Fokus Pembersihan Saluran Air dan Material BanjirKegiatan karya bakti dipusatkan pada pembersihan sampah, puing, dan material sisa banjir yang menumpuk di selokan dan jalur air utama desa. Langkah ini dilakukan guna memulihkan fungsi saluran air dan mencegah banjir susulan yang dapat mengancam pemukiman warga.
"Kolaborasi ini penting agar desa segera pulih dan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir terulang," ujar Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi.? Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Desa
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam masa tanggap darurat. Kerja sama lintas sektor ini sangat krusial untuk mempercepat pemulihan pasca-bencana dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.
"Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain mempercepat pemulihan desa, juga menumbuhkan semangat kebersamaan," ucap Perbekel Desa Budeng, I Putu Libra Setiawan.? Meningkatkan Kesadaran Kolektif Lingkungan
Karya bakti ini bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesiapsiagaan bencana. Banjir bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat."Banjir ini menjadi pelajaran penting. Mari kita jaga lingkungan bersama agar kejadian serupa tidak terulang," tutup salah satu warga yang ikut dalam aksi gotong royong tersebut.*