BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Prabowo Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB, Lanjutkan Jejak Diplomasi Sang Ayah

- Sabtu, 20 September 2025 20:16 WIB
Prabowo Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB, Lanjutkan Jejak Diplomasi Sang Ayah
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada Selasa, 23 September 2025.

Kehadiran Presiden Prabowo di forum tertinggi dunia ini menjadi momen bersejarah, bukan hanya karena menandai kembalinya kepala negara Indonesia ke panggung diplomasi global setelah lebih dari satu dekade, tetapi juga karena mengulang jejak perjuangan diplomatik sang ayah, almarhum Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

Menurut pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, pidato Presiden Prabowo merupakan kelanjutan dari tradisi keluarga yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia diplomasi.

Baca Juga:
"Kami rakyat Indonesia berharap, sebagaimana almarhum Prof. Sumitro, Presiden Prabowo dapat terus memperjuangkan upaya dunia untuk memperkokoh multilateralisme," ujar Dino dalam keterangannya, Sabtu (20/9/2025).

Prof. Sumitro, ekonom dan tokoh nasional, tercatat pernah memimpin delegasi Indonesia di PBB pada masa krusial tahun 1948–1949.

Salah satu kiprah terkenalnya adalah pengiriman memorandum kepada Menteri Luar Negeri AS, yang kemudian dimuat oleh The New York Times pada 21 Desember 1948.

Dalam memorandum itu, Sumitro mengecam agresi militer Belanda dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap Perjanjian Renville serta legitimasi PBB.

Presiden Prabowo dijadwalkan berbicara di urutan ketiga dalam sidang Debat Umum Majelis Umum PBB (UNGA), setelah pidato Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat.

Hamdan Hamedan, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, menyebut posisi tersebut sangat strategis karena dilakukan saat ruangan sidang masih penuh, dan menjadi salah satu pidato yang mengarahkan nada diskusi global.

"Pidato ini akan menjadi momentum penting bagi Indonesia, untuk menunjukkan kepemimpinan global dan komitmen terhadap penguatan multilateralisme," ujar Hamdan di Jakarta.

Sejak 10 tahun terakhir, Presiden Indonesia tidak hadir secara langsung di forum utama UNGA.

Kehadiran Presiden Prabowo dipandang sebagai kebangkitan kembali peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional.

Di tengah ketegangan geopolitik dan ancaman krisis global, dunia internasional menantikan kontribusi negara-negara seperti Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.

Pidato Presiden Prabowo disebut akan menyoroti pentingnya multilateralisme, keadilan global, dan kerja sama pembangunan.

"Ini bukan sekadar kehadiran simbolik, tapi penegasan bahwa Indonesia kembali hadir di garis depan percaturan global sebagai bangsa besar," tambah Hamdan.

Pidato ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berkembang yang aktif dalam mendorong dialog, kolaborasi, dan penyelesaian damai atas berbagai konflik internasional.*

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Jadi Pembicara Ketiga di PBB, Pengaruh Indonesia Kian Kuat
Portugal Resmi Akui Kemerdekaan Palestina, Akan Diumumkan Jelang Sidang Umum PBB
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Jepang, Hadiri Expo 2025 Osaka dan Perkuat Diplomasi Global
China Buka Jalur Baru Rute Arktik, Pengiriman Lebih Cepat ke Eropa
Bappenda Batu Bara Ajak Warga Segera Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September 2025
Pemdes Bogak Terima Bantuan Alat Perebusan Kepah, Dorong Ekonomi Nelayan dan UMKM Lokal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru