Torpedo FC Menang 3-1 atas Sinar Muda FC, Lolos ke Semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17!
PADANGSIDIMPUAN Tim sepakbola Torpedo FC dari Tapanuli Selatan berhasil melangkah ke babak semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17 setel
OLAHRAGA
JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap masih maraknya praktik politik uang dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada di Indonesia.
Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) bukan karena kesadaran politik, melainkan karena dorongan insentif finansial.
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, mengungkapkan hasil riset yang menyebutkan 70 hingga 80 persen pemilih hadir di TPS karena politik uang, bukan karena dorongan kesadaran demokrasi.Baca Juga:
"Jadi politik uang itu sesuatu yang luar biasa. Orang datang ke TPS itu bukan karena kesadaran politik, tetapi karena politik uang," ujar Bahtiar dalam sebuah forum di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025).
Bahtiar menjelaskan, tingginya angka politik uang berkorelasi langsung dengan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Berdasarkan data Bank Dunia, sekitar 194,7 juta dari total 285 juta penduduk Indonesia masuk dalam kategori miskin.
"Memang tingkat kemiskinan kita itu tinggi. Dengan kondisi seperti itu, politik uang menjadi alat efektif untuk memengaruhi pilihan politik masyarakat," katanya.
Kondisi ini, lanjut Bahtiar, menjadi tantangan serius bagi upaya membangun pemilu yang berintegritas dan berkualitas.
Dalam konteks ini, partisipasi masyarakat dalam pemilu tidak serta-merta mencerminkan kualitas demokrasi yang ideal.
Tak hanya kemiskinan, tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah juga menjadi penyebab lemahnya kesadaran politik.
Bahtiar mencatat, hanya sekitar 6,8 hingga 7 persen warga Indonesia merupakan lulusan perguruan tinggi, sementara lebih dari 65 persen hanya lulusan SMP dan sekitar 24 persen lainnya bahkan tidak menyelesaikan sekolah dasar.
"Dengan komposisi seperti ini, bagaimana kita berharap partisipasi yang berkualitas? Ini kondisi faktual yang harus kita elaborasi secara serius," ujarnya.
Kemendagri menilai, praktik politik uang yang terus berulang ini harus menjadi bahan evaluasi dalam mengukur kualitas demokrasi, termasuk efektivitas Indeks Partisipasi Politik (IPP) yang selama ini digunakan untuk menilai keterlibatan masyarakat dalam proses politik.
"Apakah IPP ini mampu mendeteksi fenomena politik uang? Ini harus dibicarakan lebih lanjut karena menyangkut substansi demokrasi, bukan hanya proseduralnya," tegas Bahtiar.
Bahtiar menekankan pentingnya peran bersama antara pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat sipil dalam mendorong pendidikan politik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Jika tidak dibenahi, praktik ini akan terus menggerogoti demokrasi dari dalam," pungkasnya.*
(tb/a008)
PADANGSIDIMPUAN Tim sepakbola Torpedo FC dari Tapanuli Selatan berhasil melangkah ke babak semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17 setel
OLAHRAGA
JAKARTA Bareskrim Polri tengah mendalami kasus jaringan jual beli emas hasil tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Danke Rajag
HUKUM DAN KRIMINAL
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pesan penting kepada 464 wisudawan Universitas Kris
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memimpin kegiatan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Penerimaan
NASIONAL
SEMARANG Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah perusahaan di Kabupaten Semarang pa
NASIONAL
JAKARTA Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa terdapat 16 orang ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Analis Kebijakan Publik, Said Didu, berpendapat bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah (Timteng) lebih banyak membaw
NASIONAL
JAKARTA Duka mendalam menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas gugurnya tiga prajurit yang tergabung dalam Satgas UNIFI
SOSOK
JAKARTA Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (B
EKONOMI