DPC PSI Binjai Selatan Hadiri Salat Iduladha Bersama Gubernur Sumut di Lapangan Merdeka Binjai
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh memang tidak dirancang untuk mencari keuntungan finansial.
Sebagaimana pernyataan sebelumnya dari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), proyek ini lebih mengutamakan misi pembangunan jangka panjang, bukan sekadar laba finansial.
Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada Selasa (28/10/2025), Purbaya menegaskan bahwa proyek ini memiliki tujuan yang lebih besar, yakni untuk mendorong pembangunan ekonomi regional dan mengatasi kemacetan parah yang telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah Jabodetabek dan Bandung.Baca Juga:
Purbaya mengungkapkan bahwa meski proyek Whoosh tidak berorientasi pada keuntungan finansial, pembangunan kawasan sekitar jalur kereta cepat ini belum sepenuhnya mendatangkan dampak ekonomi yang maksimal.
Dia menekankan pentingnya pengembangan area sekitar stasiun dan jalur kereta cepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
"Yang regionalnya belum dikembangkan mungkin di sekitar pemberhentian jalur Whoosh, supaya ekonomi dasar itu tumbuh. Itu yang mesti dikembangkan ke depan," kata Purbaya.
Pernyataan ini merujuk pada harapan agar proyek infrastruktur besar ini dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalur kereta cepat, memberikan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Jokowi juga memberikan penjelasan tentang tujuan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
Jokowi mengungkapkan bahwa proyek tersebut dilatarbelakangi oleh dampak kerugian ekonomi akibat kemacetan parah di kawasan Jabodetabek dan Bandung yang menghabiskan biaya hingga lebih dari Rp100 triliun per tahun.
"Dari kemacetan itu negara rugi besar. Di Jakarta sekitar Rp65 triliun per tahun, dan jika ditambah Jabodetabek serta Bandung bisa lebih dari Rp100 triliun," kata Jokowi saat ditemui di Solo pada Minggu (26/10/2025).
Presiden juga menekankan bahwa proyek ini lebih dari sekadar bisnis.
"Transportasi massal seperti Whoosh bertujuan mengurangi kemacetan, mengurangi emisi, dan meningkatkan produktivitas. Ini adalah layanan publik, bukan untuk mencari keuntungan finansial," ungkapnya.
Jokowi menyontohkan MRT Jakarta sebagai contoh transportasi massal yang juga membutuhkan subsidi.
Pemprov DKI Jakarta, ujar Jokowi, mengalokasikan sekitar Rp400 miliar per tahun untuk subsidi MRT, dan jumlah tersebut bisa mencapai Rp4,5 triliun jika seluruh jalur MRT selesai.
Meski demikian, dia menambahkan bahwa transportasi massal yang berbasis layanan publik seperti MRT dan Whoosh membawa manfaat sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar laba finansial.
Sebagai contoh, MRT Jakarta telah mengangkut 171 juta penumpang, sementara Whoosh sudah melayani lebih dari 12 juta penumpang.
Pernyataan terkait dengan tujuan sosial dan ekonomi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung ini muncul di tengah polemik yang melibatkan dugaan penggelembungan anggaran pada proyek Whoosh.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya mengungkapkan bahwa biaya per kilometer pembangunan Whoosh di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sementara biaya yang sama di China hanya sekitar 17–18 juta dolar AS.
Mahfud MD meminta agar perbedaan biaya tersebut diselidiki untuk memastikan apakah ada pihak-pihak yang sengaja menaikkan harga dan kemana aliran dana tersebut.
Meski demikian, Purbaya Yudhi Sadewa tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai isu tersebut, dan saat ini penyelidikan terkait hal itu masih berlangsung.
Purbaya menegaskan bahwa meskipun ada tantangan dan kendala dalam proyek Whoosh, pemerintah tetap fokus pada pembangunan transportasi massal di Indonesia untuk mengatasi masalah kemacetan, mengurangi polusi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Transportasi massal adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. Dampaknya bukan hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang jalur kereta cepat," tutup Purbaya.
Pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung diharapkan dapat menjadi cikal bakal sistem transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan, serta mendukung perkembangan ekonomi yang lebih merata di Indonesia.*
(vo/a008)
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Baitur
NASIONAL
JOKOWI Sekretaris Jenderal Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menyatakan bahwa kegiatan Joko Widodo berkeliling ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal, Jakarta, menerima sejumlah hewan kurban dari masyarakat nonMus
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) menilai situasi di Palestina, khususnya
NASIONAL
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons desakan pemberian kompensasi kepada warga yang terdampak pemadaman listrik total
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dan dua
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati angka keramat versi warganet di kisaran Rp17.845 per dolar
EKONOMI
MEDAN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ajang fes
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Lapang
PEMERINTAHAN