BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Cak Imin: 1 Persen Orang Terkaya Kuasai Hampir Setengah Kekayaan Nasional

Adam - Kamis, 20 November 2025 13:18 WIB
Cak Imin: 1 Persen Orang Terkaya Kuasai Hampir Setengah Kekayaan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (foto: cakiminow/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyoroti ketimpangan ekonomi di Indonesia yang masih tajam, meski pertumbuhan nasional berada di level 5,04 persen.

Pernyataan itu disampaikan dalam Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan, di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Cak Imin menekankan bahwa 1 persen orang terkaya di Indonesia menguasai hampir 50 persen kekayaan nasional, sementara rasio gini berada di angka 0,38.

Baca Juga:

"Kita menyaksikan angka rasio terus turun saat ini 0,38, tetapi di saat yang sama kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita," ujarnya.

Ia menyebut situasi ini sebagai kemacetan struktural, di mana ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah.

"Ia bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lain tetap hidup dengan kantong yang kosong," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Cak Imin menekankan pentingnya paradigma baru dalam penanggulangan kemiskinan, yakni pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah sebelumnya lebih mengandalkan model negara kesejahteraan dengan menyediakan perlindungan sosial dasar, tanpa fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Kita harus memicu pertumbuhan dari desa, melalui pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka makro. Pendekatan kita terhadap kemiskinan telah bergeser dari bantuan sosial menjadi paradigma pemberdayaan," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia selama satu dekade terakhir stabil di angka 5 persen.

Namun, ia menekankan perlunya evaluasi: apakah pertumbuhan tersebut benar-benar menghasilkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Pertumbuhan harus dibarengi pemerataan. Tidak hanya bertumpu pada angka makro, tetapi juga menyentuh rakyat di lapisan bawah," kata Eko.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bertolak ke Singapura, Jokowi Siap Paparkan Peran Ekonomi Indonesia di Forum Bloomberg New Economy 2025
Harga Emas Antam Naik Rp 21 Ribu, Saatnya Beli?
Pemkot Metro Gandeng Relawan Sosial Lampung, Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Sinergi TNI dan Sipil, Proyek Koperasi Merah Putih di Mengwi Resmi Digeber
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.745 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bergerak Variatif
Purbaya Yudhi Sadewa Perkenalkan ‘Sumitronomics’, Target Pertumbuhan Ekonomi 6-8%
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru