Kapolri Perintahkan Penguatan Sinergi Hadapi Libur Nataru dan Cuaca Ekstrem
- Jumat, 21 November 2025 21:37 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya memperkuat kolaborasi lintas-instansi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya memperkuat kolaborasi lintas-instansi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Ia menegaskan kesiapan Polri menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun.
"Yang pertama adalah kolaborasi dan sinergitas dengan seluruh stakeholder, karena sebentar lagi kita masuk musim gelar Nataru," kata Sigit saat meninjau kesiapan personel di Satbrimobda Polda DIY, Yogyakarta, Jumat, 21 November 2025.
Sigit menekankan bahwa aparat harus bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan deras dan kemungkinan bencana alam.
Ia meminta personel bekerja bersama masyarakat dan tim SAR untuk memastikan respons cepat saat terjadi keadaan darurat.
"Kita menghadapi musim hujan yang cukup deras. Ini perlu kerja sama yang kuat sehingga saat masyarakat melaksanakan mudik atau libur Nataru, seluruh wilayah dengan potensi bencana sudah memiliki tim SAR yang siap," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri meninjau sarana dan prasarana tanggap bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menyebut pengecekan itu merupakan bagian dari sistem peringatan dini (early warning) guna memastikan kesiapan alat dan personel Polri.
"Kegiatan pengecekan sarpras adalah bagian dari early warning untuk memastikan seluruh perlengkapan penanggulangan bencana Polri siap digunakan menghadapi potensi bencana," ujarnya.
Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri yang kerap berada di garis terdepan dalam penanganan bencana.
BMKG memperkirakan puncak musim hujan terjadi pada November hingga Desember 2025, terutama di wilayah Indonesia bagian barat.
Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan banjir, longsor, dan angin kencang.