Pemprov Sumut Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di 13 Titik, Pelaku Usaha Diminta Segera Urus Izin
DELI SERDANG Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menghentikan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di 13
PEMERINTAHAN
BITVONLINE.COM– Ketua DPR RI, Puan Maharani, bersama Presiden Prabowo Subianto, menyuarakan isu kemiskinan dan kelaparan dalam forum internasional G20, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030. Dalam pernyataannya di G20 Parliamentary Speaker’s Summit (P20) ke-10 yang diadakan di Brasil, Puan menekankan pentingnya upaya global untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan, dua masalah yang kini menjadi perhatian dunia.
Puan menyebutkan bahwa lebih dari 700 juta orang atau sekitar 8,5 persen dari populasi dunia masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak negara berkembang yang menghadapi kesulitan akibat beban utang yang besar dan tantangan geopolitik yang mengalihkan perhatian dari masalah-masalah sosial. “Dalam menghadapi masalah ini, kita harus berkolaborasi secara efektif agar dapat mencapai target SDGs pada 2030,” kata Puan dalam pidatonya di forum parlemen G20 yang dihadiri oleh pemimpin parlemen dari berbagai negara.
Pesan Puan ini sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT G20 yang juga diadakan di Brasil, yang menyoroti pentingnya mengatasi kemiskinan dan kelaparan sebagai prioritas utama Indonesia. Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kelaparan di Indonesia, di mana masih ada 25 persen anak-anak yang kelaparan setiap harinya. Ia juga menggarisbawahi bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan anggaran untuk sektor pendidikan.
Prabowo lebih lanjut menekankan bahwa solusi terhadap masalah kelaparan bisa ditemukan melalui program makan bergizi gratis yang akan membantu keluarga-keluarga miskin di Indonesia. “Pendidikan dan pemberian makanan bergizi adalah cara kita untuk keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujarnya dalam KTT G20. Pesan ini juga tercermin dalam pernyataan Puan di forum P20, di mana ia menyebutkan pentingnya memobilisasi sumber daya keuangan, termasuk dari sektor swasta, untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan global.
Puan juga menyoroti ketegangan geopolitik yang sering kali mengalihkan perhatian dari masalah kemiskinan. “Pengeluaran militer global yang mencapai US$ 2,4 triliun pada 2023, sangat jauh lebih besar daripada bantuan pembangunan resmi (ODA) yang hanya sebesar US$ 223,7 miliar. Jika belanja militer global dipangkas dan dialihkan untuk pembangunan sosial, kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan dan kelaparan,” tambah Puan.
Meskipun pesan ini sangat relevan dengan kondisi global saat ini, pengamat hubungan internasional, Anton Aliabbas, menilai bahwa langkah Puan dan Prabowo ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memimpin upaya global untuk mencapai SDGs. “Diplomasi Indonesia melalui pemerintah dan parlemen semakin terorkestrasi dengan baik. Isu yang mereka angkat menunjukkan perhatian besar Indonesia terhadap masalah global dan komitmennya untuk berkontribusi dalam memerangi kemiskinan dan kelaparan,” ujar Anton dalam keterangannya.
Kedua pemimpin ini juga mengingatkan bahwa penyelesaian masalah-masalah besar dunia memerlukan kolaborasi yang lebih luas antara negara-negara maju dan berkembang. Dalam kesempatan tersebut, Puan mendorong seluruh negara anggota G20 untuk memperbaharui komitmen politik mereka, memperbaiki alokasi anggaran negara mereka untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan, serta menciptakan dunia yang lebih damai dan sejahtera.
“P20 bisa menjadi wadah untuk memperkuat komitmen kita dalam menangani krisis global, termasuk masalah kemiskinan dan kelaparan. Negara-negara besar harus berani memberi contoh dalam menangani masalah ini,” kata Puan, yang juga menyarankan agar negara-negara G20 mengalokasikan sebagian besar anggaran militer mereka untuk membantu masyarakat miskin.
Di akhir pidatonya, Puan mengajak seluruh anggota parlemen di dunia untuk berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan global ini. “Kita bisa membuat perbedaan. Kita bisa mempengaruhi pemerintah kita masing-masing untuk bekerja lebih keras dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan,” ujarnya.
Puan dan Prabowo berharap bahwa kolaborasi global yang lebih efektif dapat mempercepat pencapaian SDGs dan menciptakan dunia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.
(JOHANSIRAIT)
DELI SERDANG Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menghentikan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di 13
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi menutup delapan lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Titi Besi, Kecamatan
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, S.E., M.AP., menghadiri k
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 Aceh di Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, kembali melaksanakan kegiat
NASIONAL
JAKARTA PT Pertamina Patra Niaga merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi
EKONOMI
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap jaringan judi online (judol) internasional yang beroperasi
HUKUM DAN KRIMINAL
SUKABUMI Aksi unjuk rasa bertajuk Demo 2626 digelar di depan Balai Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026). Dalam aksi tersebut, ma
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti belum terwujudnya mobil nasional di Indonesia meski negara telah merdeka selama 81 t
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengatakan salah satu hobinya adalah mempelajari sejarah. Menurut dia, banyak pelajaran penting yang d
NASIONAL
BANDUNG Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap kronologi lengkap kasus penyekapan dan penganiayaan berat yang dialami perempuan berinis
HUKUM DAN KRIMINAL